Jumlah Perjalanan Ke Luar Negeri Masyarakat Korea Selatan Meningkat

Pengeluaran masyarakat Korea Selatan untuk perjalanan ke luar negeri mencapai rekor barunya di sepanjang tahun lalu, saat perjalanan ke luar negeri menjadi semakin umum bagi masyarakat untuk menghabiskan liburannya.

Menurut data yang dikeluarkan oleh Bank of Korea pada hari ini, menunjukkan bahwa masyarakat Korea menghabiskan sekitar $31.97 milliar di luar negeri sepanjang tahun lalu untuk tujuan perjalanan dan belajar, yang mana angka ini mencatat jumlah terbesar sejak data itu mulai dicatat sejak tahun 2006 silam.

Namun demikian laju pengeluaran untuk perjalanan hanya tumbuh sebesar 0.9% di tingkat tahunan, yang tercatat sebagai laju paling lambat sejak 2009 disaat negara tersebut dilanda krisis keuangan global. Jika dibandingkan dengan peningkatan pengeluaran untuk perjalanan sebesar 8.3% untuk jumlah wisatawan keluar Korea Selatan, maka berarti bahwa masih lebih banyak orang pergi ke luar negeri pada tahun lalu dibanding tahun sebelumnya namun mereka hanya menghabiskan lebih sedikit uangnya di luar negeri.

Pengeluaran rata-rata per wisatawan mencapai $1,114 di tahun 2018 lalu, turun dari $1,196 di tahun 2017 sebelumnya. Biaya perjalanan yang tumbuh secara lambat diakibatkan oleh tren perjalanan luar negeri yang mengalami perubahan, menyusul wisatawan Korea Selatan yang lebih suka dengan kecenderungan liburan jangka pendek yang lebih sering dibandingkan melakukan perjalanan jauh.

Sejauh ini langkah dari maskapai penerbangan lokal berbiaya rendah yang memperluas destinasi penerbangan internasional jarak pendeknya, dinilai telah membawa pengaruh yang merubah preferensi terhadap pola perjalanan wisatawan. Hingga saat ini jumlah pesawat yang dilayani oleh maskapai bertarif rendah pada tahun lalu telah meningkat mencapai hampir 84% menjadi 140 dari 167 pesawat yang dijalankan oleh maskapai Korean Air Lines.

Tingkat pengeluaran wisatawan asing di Korea Selatan tercatat mengalami pertumbuhan yang lebih cepat daripada pengeluaran wisatawan Korea Selatan ke luar negeri selama tahun lalu. Hal ini tercatat dalam data penghasilan perjanalan yang naik 14.6% dibandingkan tahun sebelumnya menjadi $15.32 milliar di tahun 2018, sementara jumlah pengunjung dari luar negeri meningkat 15.1% di periode setahun terakhir.

Saat pemerintah Cina memberlakukan larangan perjalanan ke Korea Selatan pada awal 2017, sebagai balasan terhadap penyebaran sistem antimissile AS di Seoul, jumlah pengunjung dari Cina justru naik 14.9%, sementara jumlah pengunjung dari Jepang melonjak 27.6% di tengah meredanya risiko geopolitik terkait konflik dengan Korea Utara. Dengan catatan tadi maka defisit dalam akun perjalanan mengalami penyusutan menjadi $16.65 milliar di tahun 2018 dari $18.32 milliar pada tahun 2017.(WD)

Related posts