Kantar : Mayoritas Rumah Tangga Inggris Membutuhkan Dukungan Pemerintah

Perusahaan riset Kantar merilis hasil survei yang menunjukkan bahwa sepertiga rumah tangga di Inggris mengatakan bahwa mereka kemungkinan membutuhkan dukungan dari pemerintah dalam tiga bulan ke depan untuk menghadapi pandemi virus.

Hasil survei menyebutkan bahwa 44% dari mereka yang bekerja percaya bahwa pekerjaan mereka kurang aman dibandingkan 12 bulan lalu, mengungkapkan pesimisme yang meningkat tentang keamanan pekerjaan dan kesehatan ekonomi.

Selain itu diuraikan bahwa tingkat keyakinan terhadap kesehatan ekonomi Inggris telah merosot sejak negara itu mengalami lockdown secara efektif di bulan Maret, dengan 65% orang menyatakan bahwa perekonomiannya lebih buruk daripada 12 bulan lalu.

Perusahaan tersebut juga mengatakan bahwa output ekonomi Inggris kemungkinan turun hingga 35% di periode April-Juni dan hal ini akan membuat 2 juta orang bisa kehilangan pekerjaan akibat dampak dari pandemi Covid-19.

Pemerintah Inggris telah meluncurkan paket penyelamatan ekonomi dengan total jumlah lebih dari setengah triiun Dollar, yang mencakup pembiayaan untuk membayar biaya gaji hingga 80%, guna meminimalkan edudansi dan menjamin pinjaman bank hingga 80% untuk usaha berskala kecil.

Disebutkan pula bahwa adanya dukungan dari masyarakat luas, dengan 84% orang yang setuju bahkan sangat setuju bahwa pemerintah harus membantu warga dan sektor bisnis yang terkena dampak virus, berapapun biaya yang dibutuhkan.

Enam dari 10 orang mengatakan pemerintah menangani krisis virus secara adil atau sangat baik, membantu meningkatkan dukungan untuk Konservatif Perdana Menteri Boris Johnson menjadi 54%, naik 4 poin persentase sejak Maret, sementara tiga dari 10 mengatakan pihaknya menangani itu dengan adil atau sangat buruk.

Kepala Eksekutif UK dari Kantar’s Public division, Craig Watkins mengatakan bahwa hasil survei ini menunjukkan bahwa mayoritas masyarakat percaya bahwa pemerintah menangani krisis virus ini dengan baik, selain itu kepercayaan publik juga berada dalam kondisi yang kuat untuk memberikan dukungan bagi warga lain dan sektor bisnis selama masa ini harus menjadi prioritas, tanpa perduli berapapun biaya yang diperlukan.(WD)

Related posts