KDI : Ekonomi Korea Selatan Semakin Terpuruk

Lembaga think tank Korea Selatan, Korea Development Institute (KDI) menyatakan bahwa ekonomi di negara tersebut mengalami kemerosotan bahkan mengalami hal terburuk dari tren pelemahannya sejak bulan November tahun lalu, akibat dari semua data ekonomi, termasuk output industri, investasi, konsumsi dan ekspor yang berubah menjadi negatif.

Dalam laporan bulanannya di bulan ini, lembaga tersebut berbali menjadi ragu terhadap kondisi ekonomi Korea Selatan sejak November setelah mampu mempertahankan pemulihannya hingga Oktober, yang diakibatkan oleh laju permintaan yang melambat baik itu dari dalam negeri maupun dari luar negeri. Pernyataan dari KDI ini setidaknya semakin menunjukkan nada negatif di bulan ini, sehingga meningkatkan kekhawatiran terhadap resesi yang tengah terjadi di negeri ginseng tersebut.

Kim Hyun-wook, seorang peneliti senior untuk ekonomi makro di KDI, menilai bahwa kesemuanya ini tidak memberikan gambaran terhadap kondisi ekonomi yang baik, seraya mengacu kepada penurunan panjang dalam sektor investasi modal dan ekspor.

Seperti diketahui sebelumnya bahwa laju ekspor negara tersebut turun hingga 8.2% di bulan Maret, dibandingkan periode yang sama setahun sebelumnya, yang menunjukkan adanya penurunan beruntun yang panjang untuk bulan keempatnya. Hal ini terjadi di tengah berkurangnya pengiriman produk semikonduktor serta berkurangnya laju permintaan dari Cina. Tingkat konsumsi juga semakin terpuruk dengan semakin memburuknya kondisi ekonomi.

Pertumbuhan penjualan ritel, sebagai barometer konsumsi swasta, menysuut hingga 2.0% di tingkat tahunan pada bulan Februari dan turun 1.1% sepanjang periode Januari-Februari, turun secara signifikan di bawah pertumbuhan rata-rata di tahun lalu sebesar 4.3% dan dari penurunan di kuartal keempat tahun lalu sebesar 3.0%.

Kemunduran yang dialami oleh ekonomi negara tersebut, telah semakin menambah tekanan terhadap Bank of Korea yang akan mengumumkan arah kebijakan moneternya pada 18 April mendatang. Meskipun gubernur bank sentral Lee Ju-yeol menolak kemungkinan untuk penurunan suku bunga selama konferensi persnya di minggu lalu, namun pasar terus bertaruh pada suku bunga yang lebih rendah.(WD)

Related posts