Header Ads

KDI : Ekonomi Korea Selatan Tumbuh 2.5% Di Tahun 2019

Lembaga thin tank Korea Development Institute (KDI) telah melaporkan hasil pengamatannya baik untuk laju produksi maupun permintaan di Korea Selatan, yang terus menunjukkan pelemahannya sehingga menjadi berita buruk yang berkelanjutan bagi perekonomian di negeri ginseng tersebut yang tengah menghadapi perlambatan laju ekspor.

KDI mulai memberikan penilaian buruk terhadap laju ekonomi di tingkat bulanan sejak November silam, seiring tingginya kecemasan terhadap melambatnya permintaan domestik yang semakin luas hingga laju pengiriman ekspor yang terus mendapatkan tekanan yang semakin besar. Sejak bulan lalu pertumbuhan ekonomi Korea Selatan berubah menjadi negatif, menyusul ekspor yang memperpanjang kerugiannya di tengah merosotnya permintaan domestik yang nampaknya masih berlanjut.

Permintaan yang lambat baik itu dari pasar domestik maupun luar negeri telah menyebabkan aktifitas manufaktur ikut mengalami perlambatan sehingga memberikan pengaruh negatif bagi tingkat konsumsi. Pengiriman ekspor untuk bulan Februari turun 5.8% di tingkat tahunan, melanjutkan penurunan sebesar 1.3% di bulan sebelumnya.

Pengiriman produk semikonduktor mencatat penurunan paling tajam dari produk lainnya hingga sebesar 8.3% du bulan Januari dan 23.3% di bulan ini. Produk petrokimia mencatat penurunan sebesar 6.% dan 5.3% di periode yang sama. Sementara ekspor produk kapal, yang sempat mencatat kenaikan 26.4% di bulan lalu, justru mengalami penurunan hingga 17.8% di bulan Februari.

Untuk tingkat pengeluaran domestik menunjukkan adanya pemulihan margin, seiring penjualan ritel yang mencatat kenaikan 3.0% di bulan Desember, namun masih dibawah pertumbuhan rata-rata tahunan sebesar 4.2% selama tahun 2018 lalu.

Dengan permintaan yang terus mengalami penurunan, laju persediaan manufaktur terus menunjukkan kenaikan menjadi 111.7% di bulan November dari 106.9% di bulan Oktober. Sementara untuk data bulan Desember kembali mencatat kenaikan 116.0%, yang merupakan level persediaan tertingginya sejak krisis keuangan Asia pada 1998 silam.

Perusahaan-perusahaan nampaknya masih enggan untuk mengeluarkan dana untuk investasi fasilitas di tengah meningkatnya ketidakpastian pasar serta prospek pertumbuhan yang suram. KDI memperkirakan pertumbuhan ekonomi Korea Selatan sebesar 2.5% di tahun ini, yang mengacu pada jajak pendapat terhadap 21 ekonom. Angka ini lebih rendah dibandingkan perkiraan resmi dari pemerintah di kisaran 2.6% hingga 2.7% sepanjang tahun ini.(WD)

Related posts