Header Ads

Kekhawatiran Brexit Meningkat, GBP Tertekan

Dolar menguat terhadap pound dan euro pada perdagangan Senin karena upaya Inggris yang gagal untuk mengamankan kesepakatan Brexit menjelang KTT  Uni Eropa yang memaksa investor global untuk beralih ke mata uang safe haven.

Euro diperdagangkan sekitar 0,13 persen lebih rendah pada 1,1546, sementara sterling turun 0,36 persen menjadi 1,3106 setelah mencapai level tertinggi Oktober 1,3258 pada hari Jumat lalu.

Indeks dolar, yang mengukur nilai dolar terhadap enam mata uang utama, naik 0,13 persen pada 95,349.

Masalah perbatasan tanah Inggris dengan Irlandia telah menggagalkan upaya untuk mendapatkan kesepakatan Brexit, karena negosiator mengakui kekalahan setelah pembicaraan maraton pada akhir pekan lalu.

Pound juga di bawah tekanan setelah komentar mantan menteri luar negeri Boris Johnson di kolom surat kabar pada hari Minggu bahwa Inggris harus kuat untuk di bully di Uni Eropa dan melakukan penekanan untuk kesepakatan “super Canada”.

Johnson, tokoh kunci dari kampanye untuk meninggalkan Uni Eropa pada tahun 2016 dan kandidat favorit untuk menggantikan Perdana Menteri Theresa May, mengkritik May untuk melipatgandakan upaya dan mendesaknya memikirkan kembali rencananya untuk meninggalkan Uni Eropa.

“Fokus utama untuk sterling adalah Brexit dan data hanya selingan,” Kathy Lien, direktur strategi forex di BK Asset Management di New York.

“Jam terus berdetak dan kesepakatan semakin dekat tetapi “terbakar habis” oleh harapan palsu. Investor mengabaikan berita utama yang bertentangan dan menunggu konfirmasi resmi,” katanya.

Yen menguat menjadi 112,07 terhadap dolar. Yen Jepang telah menguat dalam enam dari tujuh sesi perdagangan terakhir, karena sentimen risk-off global yang terus aktif berlindung pada mata uang Jepang.

Related posts