Kekhawatiran Oversupply Hantui Outlook Minyak Mentah AS

Crude Oil

Pasar minyak AS bergegas untuk menyesuaikan dengan aksi jual yang mendalam selama beberapa minggu terakhir. Dimana harga kontrak forward menandakan kelebihan pasokan yang dapat mengubah rencana bagi produsen dan pedagang hingga 2019.

Minyak mentah berjangka AS jatuh 7 persen pada hari Selasa, dan ditutup di $ 55,69. Level ini merupakan level terendah minyak di tahun ini, turun dari level tertinggi empat tahun hanya sebulan lalu. Perdagangan Selasa menandai 12 sesi penurunan berturut-turut, yang merupakan penurunan beruntun terpanjang.

Indikasi pergeseran terlihat peningkatan jumlah kontrak berjangka yang mendekati expiry date diperdagangkan dengan harga premium to current saat ini. Itu adalah sinyal bahwa pasar mengharapkan pasokan untuk melebihi permintaan tahun depan hingga memasuki 2020.

Tren itu dapat menghambat produsen dalam melakukan pengeboran dan memberikan pukulan kepada perusahaan minyak serpih, yang meraup keuntungan karena produksi AS melonjak ke rekor mingguan sebesar 11,6 juta barel per hari (bpd) pada awal November.

Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) sedang mempertimbangkan pemotongan produksi untuk meningkatkan harga. Menambah kekhawatiran, Badan Energi Internasional mengatakan pada hari Rabu bahwa pasokan akan melebihi permintaan pada 2019.

Related posts