Header Ads

Kenaikan Yield Treasury AS Menekan Emas

Perdagangan komoditas Emas berjangka mengalami penurunan pada Kamis pagi tadi selama sesi perdagangan Asia, seiring kenaikan imbal hasil Treasury AS yang menarik investor untuk menghindari aset safe haven Emas, bahkan disaat terjadi aksi beli dari level terendahnya dalam hampir sembilan bulan di sesi sebelumnya.

Hingga menjelang dibukanya sesi perdagangan waktu Eropa di hari ini, Emas berjangka tercatat melemah hingga 0.23%, menyusul kenaikan tolok ukur imbal hasil Treasury AS hingga sekitar 1.5%, yang meningkatkan biaya bagi peluang untuk memiliki bullion.

Dalam laporan yang tertuang di Beige Book semalam, Federal Reserve mengatakan bahwa laju pemulihan ekonomi AS masih berlanjut dengan kecepatan moderat selama minggu-minggu pertama di tahun 2021 ini.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Presiden Federal Reserve of Chicago Charles Evans yang mengatakan bahwa dirinya melihat adanya sebagian besar tanda-tanda kenaikan pesat dalam imbal hasil obligasi yang mencerminkan perbaikan dalam ekonomi.

Sementara itu jika melihat dari sisi stimulus maka hanya tersisa sedikit perdebatan mengenai paket bantuan sebesar $ 1.9 triliun dari Presiden AS Joe Biden yang diusulkan di Senat, sehingga diharapkan bahwa para anggota Senat AS akan memulai diskusi dalam waktu singkat kedepannya.

Sedangkan Perth Mint yang dimiliki sepenuhnya oleh pemerintah Australia Barat, menyampaikan bahwa terjadi lonjakan penjualan Emas hingga ke level tertingginya dalam sembilan tahun terakhir di bulan Februari lalu, yang diikuti juga oleh melonjaknya penjualan komoditas Perak.(WD)

Related posts