Kepanikan Penyebaran Virus Corona Mengguncang Pasar Keuangan

Lantai Bursa Saham - Pasar Saham

Bursa saham global telah turun tajam pada pekan kemarin dan hari ini bursa saham Asia mencoba pulih meskipun masih menghadapi kekhawatiran atas penyebaran virus corona diseluruh dunia yang akan menghambat pertumbuhan ekonomi global.

Kepanikan virus mendorong pasar saham dunia ke jalur untuk penurunan mingguan terburuk sejak 2008, dengan hampir $ 6 triliun terhapus dari nilai pasar mereka sejauh minggu ini.

Sementara itu, sejumlah data manufaktur yang dirilis juga menambah bukti bahwa epidemi corona telah memukul produksi. Manufaktur china mengalami penurunan rekor terendah sepenjang sejarah dibulan Februari.

Indeks PMI manufaktur resmi melambat menjadi 35.7 dibulan Februari, Biro Statistik Nasional (NBS) mengatakan pada hari Sabtu, setelah merosot ke 50.0 pada bulan Januari ketika dampak dari virus corona belum jelas.

Analis yang disurvei oleh Bloomberg memperkirakan manufaktur pada bulan Februari disekitar 45.0. Manufaktur Jepang mengalami penuran hingga kelevel terendah sejak 2016. Indeks PMI Manufaktur/Jibun Bank Jepang tergelincir ke 47.8 dari 48.8 akhir pada bulan sebelumnya. Ini merupakan yang terendah sejak Mei 2016.

Kepanikan dipasar keuangan juga telah menekan emas sebagai safe-haven yang turun 3% pada jumat pekan kemarin. Karena banyak para investor dan pedagang terkena ‘call margin’ untuk produk lain, sehingga mereka menjual apa yang mereka bisa. Itu sebabnya memukul emas dan saham pertambangan emas. Orang-orang berusaha menjual apa pun yang mereka bisa. Ini merupakan penjualan keseluruhan.

Terguncangnya pasar keuangan mendorong spekulasi bahwa bank-bank sentral akan melakukan pelonggaran kebijakan atau memangkas suku bunga mereka. Federal Reserve diperkirakan akan memangkasa 1 poin persentase atau 100 basis poin pada tahun ini. Sementara itu 50 basis poin pelonggaran dari bank sentral di Inggris, Australia, Selandia Baru, Norwegia, India dan Korea Selatan, dan 10 basis poin dari Bank Sentral Eropa dan Bank Nasional Swiss. Sementara BoJ akan mempertahankan suku bunganya namun mereka akan mempergunakan alat kebijakan akomodatif lainnya untuk membantu perekonomian yang terkena dampak dari wabah corona.

Related posts