Ketidakpastian Politik AS Menimbulkan Sentimen Negatif Bagi Dollar

Indeks Dollar turun terhadap mata uang pesaingnya di sesi perdagangan pagi ini, akibat tekanan dari sejumlah faktor negatif yang menerpa pasar, termasuk kekhawatiran atas government shutdown di sebagian pemerintah federal AS, serta ditambah dengan ketegangan yang meningkat antara Gedung Putih dan Federal Reserve.

Kecemasan yang terjadi ini telah berimbas kepada imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun yang turun sekitar 25 basis poin di bulan ini, yang semakin memberikan tekanan terhadap kinerja Dollar serta prospeknya yang semakin buruk. Sim Moh Siong, ahli strategi mata uang di Bank of Singapore, menilai bahwa pertumbuhan AS yang moderat serta ketegangan politik semakin memberikan pengaruh negatif bagi Dollar dan diperkirakan pelemahan ini masih akan berlanjut, sehingga potensi Yen diburu para investor nampaknya semakin besar.

Mata uang Eropa, Euro dan Pounsterling masing-masing mencetak kenaikan 0.2% terhadap greenback, sedangkan Aussie berhasil meraih gain 0.1% hingga sesi pertengahan perdagangan Asia. Selama beberapa bulan terakhir Dollar memang nampak berupaya untuk menyingkirkan sejumlah pemicu bearish, termasuk spekulasi mengenai prospek suku bunga AS mendapat sinyal perlambatan oleh The Fed baru-baru ini. Prospek ekonomi AS pastinya akan mengalami hambatan yang sangat mengganggu laju pertumbuhan saat ini.

Pada pekan lalu Federal Reserve kembali menaikkan suku bunganya untuk yang keempat kalinya di tahun ini, serta tetap mempertahankan rencana untuk melanjutkan siklus kebijakan kenaikan suku bunga di tahun depan, meskipun jumlahnya dipangkas menjadi dua kali dari tiga kali estimasi kenaikan di tahun depan.

Kebijakan tersebut telah membuat Presiden Trump kembali melancarkan kritiknya terhadap Jerome Powel selaku Ketua The Fed, hingga beredar kabar bahwa Trump secara pribadi telah membahas kemungkinan pemecatan Powell. Hal ini sontak menimbulkan guncangan di pasar keuangan AS, sehingga memicu Menteri Keuangan Steven Mnuchin perlu untuk berbicara kepada para pemimpin enam institusi bank terbesar di AS, guna sedikit meredakan situasi pasar. (WD)

Related posts