Header Ads

Kinerja Obligasi Indonesia Lebih Unggul dari India

Indonesia dan India, yang sering kali bersatu karena kesamaan dalam keruwetan ekonomi, menghadapi prospek yang berpotensi berlainan pada tahun 2020 sebagian berkat ruang lingkup yang kontras untuk stimulus kebijakan moneter dan fiskal.

Sementara bank sentral India telah menurunkan suku bunga acuannya ke level terendah sejak krisis keuangan global, Indonesia belum sepenuhnya membalikkan pengetatan moneternya pada tahun 2018. Dengan premi hasil sekitar 50 basis poin pada 10 tahun lokal-currency note, peringkat tingkat investasi yang sedikit lebih kuat, dan struktur regulasi yang lebih ramah terhadap aliran masuk asing, Indonesia memiliki sejumlah keunggulan.

Obligasi Indonesia telah menyamai India untuk 2019, dengan pengembalian 14% untuk ekonomi terbesar di Asia Tenggara dibandingkan dengan 11% untuk raksasa Asia Selatan pada 23 Desember. Masing-masing melakukan lebih baik daripada indeks mata uang lokal Bloomberg Barclays EM dengan total pengembalian sekitar 8%.

Dengan rasio produk domestik utang-terhadap-bruto pemerintah kurang dari setengah dari hampir 70% India, dan defisit yang lebih kecil, Indonesia memiliki kekuatan fiskal untuk mendorong pertumbuhan ekonomi tanpa memicu kekhawatiran pendanaan segera. Sambil menikmati tingkat inflasi yang lebih rendah, dengan keuntungan yang diproyeksikan akan berlanjut hingga 2020.

Related posts