Klaim Pengangguran AS Dilaporkan Turun Mendekati Level Terendah Dalam 49 Tahun Terakhir

Jumlah warga AS yang mengajukan tunjangan bagi pengangguran mengalami penurunan hingga mendekati level terendahnya dalam 49 tahun terakhir di pekan lalu. Dengan demikian hal ini semakin menunjukkan kekuatan pasar tenaga kerja yang terus berkelanjutan sehingga mampu terus memberikan dukungannya bagi laju perekonomian AS. Departemen Tenaga Kerja AS merilis data klaim awal untuk tunjangan bagi pengangguran di AS, dilaporkan turun sebanyak 8 ribu menjadi 207 ribu yang disesuaikan secara musiman di pekan yang berakhir 29 September lalu.

Sementara data klaim di pekan sebelumnya juga direvisi naik sebanyak seribu menjadi 215 ribu dari sebelumnya 214 ribu. Sementara ekonom yang disurvei oleh Reuters telah memperkirakan klaim tergelincir ke angka 213 ribu di pekan kemarin. Selain itu Departemen Tenaga Kerja juga melaporkan untuk klaim pengangguran di South dan North Carolina sangat dipengaruhi oleh adanya badai Florence yang melanda wilayah tersebut di pertengahan September lalu.

Sedangkan untuk klaim rata-rata selama empat pekan, yang dianggap sebagai ukuran yang lebih baik bagi tren pasar tenaga kerja, menunjukkan adanya kenaikan sebanyak 500 menjadi 207 ribu di pekan lalu. Akan tetapi data klaim pengangguran ini nampaknya tidak memberikan pengaruh terhadap laporan pekerjaan di bulan September, yang dijadwalkan akan dirilis pada hari Jumat besok.

Menurut survei Reuters, data Non-Farm Employment Change kemungkinan akan mengalami peningkatan sebanyak 185 ribu pekerjaan di bulan September, setelah sebelumnya mengalami lonjakan sebanyak 201 ribu di bulan Agustus. Untuk tingkat pengangguran diperkirakan turun sepersepuluh dari persentase poin menjadi 3.8%, yang merupakan angka terendahnya dalam 18 tahun terakhir. Para analis memperkirakan bahwa setidaknya jika data payroll menunjukkan kenaikan, hal ini bukan sesuatu yang mengejutkan mengingat bahwa data dari ADP Research pada Rabu kemarin menunjukkan bahwa sektor swasta berhasil menambah laju perekrutan tenaga kerjanya di bulan lalu.

Laju pertumbuhan pasar tenaga kerja yang ketat diharapkan akan mampu membantu laju pertumbuhan upah sehingga dapat memberikan dukungan bagi sektor belanja konsumen sebagao kontributor terbesar bagi perekonomian AS.(WD)

Related posts