Koichi Hagiuda : Kenaikan Pajak Konsumsi Dapat Ditunda

Salah seorang staff pembantu dekat dari Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe mengeluarkan isyarat mengenai kemungkinan kenaikan pajak konsumsi yang direncanakan di bulan Oktober, dapat mengalami penundaan, sembari melihat sejauh mana kekuatan indikator ekonomi utama Jepang di bulan Juni mendatang.

Lebih jauh Koichi Hagiuda, yang bertindak sebagai sekretaris jenderal partai Demokrat Liberal dibawah pimpinan Shinzo Abe, mengatakan bahwa jika survei tankan Bank of Japan terhadap sentimen bisnis di bulan Juni nanti menunjukkan prospek yang berisiko, maka kemungkinan pemerintah tidak akan menambah risiko terhadap konsumen dan kemungkinan akan ada perkembangan yang berbeda dari semula.

Shinzo Abe diketahui telah dua kali mengajukan kebijakan kenaikan pajak konsumsi menjadi 10% setelah sebelumnya menaikkan pajak konsumsi menjadi 8% dari 5% di tahun 2014 lalu. Pemerintah Jepang telah menyatakan bahwa pihaknya akan menaikkan pajak, kecuali jika ekonomi Jepang menghadapi guncangan dalam skala yang sama dengan krisis keuangan global yang dipicu oleh runtuhnya bank investasi AS, Lehman Brothers Holdings Inc pada 2007-2008 silam.

Dalam beberapa waktu terakhir, ada spekulasi yang menyatakan bahwa Abe dapat menunda kenaikan yang direncanakannya lagi di tengah ekonomi Jepang yang berada dalam kondisi yang lemah, yang sebagian diakibatkan oleh melambatnya ekspor ke Cina sebagai negara mitra dagang utamanya.

Meskipun pemerintahan Abe menyatakan bahwa Jepang tengah berada dalam periode ekspansi ekonomi terpanjang sejak akhir Perang Dunia II, namun indikator utama dari pemerintah mengenai tren ekonomi menunjukkan pada bulan Maret lalu, bahwa ekspansi ekonomi Jepang mungkin telah mencapai puncaknya pada musim gugur lalu dan saat ini telah mulai memasuki fase resesi. Pada saat bersamaan pemerintah dalam laporan bulanannya, juga menurunkan penilaian pokok ekonomi Jepang untuk pertama kalinya dalam periode tiga tahun.

Hagiuda yang juga merupakan anggota Dewan perwakilan Rakyat, mengatakan bahwa masih sangat mungkin bagi pemerintah untuk menunda kenaikan pajak konsumsi, namun dirinya menambahkan bahwa mereka harus mencari penilaian dan pendapat dari para ekonom dan pakar ekonomi. Namun demikian beliau mengesampingkan kemungkinan dibubarkannya Majelis Rendah, di saat yang bertepatan dengan pemilihan Majelis Tinggi pada bulan Juli mendatang, sembari mengutip penjadwalan yang ketat karena pertemuan G20 pada akhir Juni mendatang di Osaka.(WD)

Related posts