Komentar Navarro Menekan Pergerakan Risk Currencies

Sejumlah mata uang yang sensisif terhadap risiko, seperti Aussie dan Yuan Cina mencatat penurunan di sesi perdagangan hari ini setelah penasihat perdagangan Gedung Putih, Peter Navarro mengatakan bahwa kesepakatan perdagangan dengan pihak Cina telah berakhir. 

Komentar Navarro telah membangkitkan kekhawatiran bahwa hubungan yang tegang antara AS dan Cina akan semakin memburuk dan menghambat rantai pasokan serta aliran modal, meskipun di luar itu semua ada sejumlah rincian mengenai implikasi kebijakan aktual.

Beliau mengkaitkan sebagian kerusakan tersebut dengan kekecewaan pihak Washington terhadap Beijing yang tidak memberikan peringatan awal mengenai wabah virus corona sebelumnya.

Mata uang Aussie telah kehilangan 0.5% yang menghapus kenaikan sebelumnya setelah Dollar Selandia baru juga mengalami penurunan hingga 0.65%, sedangkan mata uang Yuan Cina turun 0.35% terhadap greenback.

Terkait akan komentar Navarro tersebut, Daisuke Uno selaku kepala strategi di Sumitomo Mitsui Bank, mengatakan bahwa tersisa ketidakjelasan mengenai apa yang dimaksud berakhir, namun reaksi pasar hari ini menunjukkan bahwa para pelaku pasar siap untuk menguji sisi pesimistis dari apa yang terjadi, setelah optimisme terhadap ekonomi meningkat akhir-akhir ini.

Hingga sesi pembukaan perdagangan hari ini, mata uang berisiko telah mendapat dukungan seiring melemahnya US Dollar menyusul pasar yang bergantung terhadap harapan pemulihan ekonomi dari pandemi, meskipun ada laporan peningkatan jumlah infeksi Covid-19 di beberapa negara di dunia.

Pedagang di pasar mata uang telah membeli taruhan berisiko di saat beberapa kota besar di Amerika Utara, seperti New York dan Toronto, mengurangi kebijakan lockdown dan membuka kembali aktifitas ekonominya, meskipun terjadi kemunduran di sejumlah tempat lainnya dalam upaya menahan virus corona.

Organisasi WHO melaporkan adanya peningkatan rekor dalam kasus virus corona global pada akhir pekan kemarin, seiring lonjakan infeksidi negara bagian selatan dan barat di AS serta Brasil.

Saat ini para investor akan memperhatikan hasil data survei aktifitas sektor bisnis Eropa yang akan dirilis hari ini.(WD)

Related posts