Konflik Di Libya Mengangkat Sentimen Harga Minyak

Harga minyak dunia naik pada hari Senin di Asia karena meningkatnya ketegangan konflik di produsen OPEC Libya, sehingga meningkatkan kekhawatiran pasokan.

Khalifa Haftar, orang kuat militer yang menguasai Libya timur, dilaporkan berusaha memasuki ibu kota Tripoli. Pada hari Minggu kemarin, pasukannya bergerak menuju ibu kota dan melakukan serangan udara. Setidaknya 35 orang telah tewas dalam bentrokan sejak pekan lalu, laporan dari Bloomberg.

Dilaporkan pada hari Senin bahwa pemerintah Libya yang diakui secara internasional mengatakan akan meluncurkan serangan balik terhadap Haftar.

“Risiko memperluas ini di seluruh negeri meningkat dari hari ke hari,” tulis analis di ANZ dalam sebuah catatan.

Dalam year on year, minyak WTI naik sekitar 39% dan Brent hampir 31% lebih tinggi.

Harga minyak telah didukung oleh penurunan produksi OPEC dan data ekonomi yang lebih baik dari perkiraan baik dari Cina dan AS, sebagai dua importir minyak terbesar di dunia.

Output produksi dari 14 anggota OPEC turun selama empat bulan berturut-turut pada bulan Maret, turun 295.000 barel per hari menjadi 30.385 juta barel per hari. Arab Saudi sendiri memangkas produksi ke level terendah empat tahun sebesar 9.82 juta barel per hari, menurut survei Bloomberg terhadap pejabat, analis, dan data pelacakan kapal.

Optimisme bahwa mungkin akan ada kesepakatan perdagangan AS-China dalam waktu dekat juga mengangkat sentimen investor.

Related posts