Korea Selatan Berencana Mengubah Perhitungan COFIX

Pemerintah Korea Selatan melalui lembaga terkait telah memutuskan untuk mengubah aturan penghitungan Cost of Funds Index (COFIX), atau suku bunga acuan pinjaman untuk pinjaman hipotek, yang mana ini merupakan suatu langkah yang mengarah kepada perubahan aturan untuk biaya pinjaman yang lebih rendah.

Lembaga Financial Services Commission (FSC) telah mengeluarkan pengumuman bahwa mereka akan mewajibkan bank untuk mencerminkan informasi pendanaan simpanan permintaan dari simpanan pasar uang disaat institusi bank tersebut menentukan besaran COFIX dan harga pinjamannya.

COFIX hingga saat ini banyak dipergunakan untuk menentukan besaran suku bunga kredit di Korea Selatan, yang mana hal ini diukur dengan penetapan rata-rata suku bunga terhadap sebanyak delapan produk keuangan utama bank, termasuk tabungan angsuran rutin, sertifikat deposito, tabungan sektor rumah tangga, reksadana serta perjanjian pembelian kembali atau repurchase agreements (RP).

Pola penghitungan COFIX ini pertama kali diadopsi pada tahun 2010 silam, yang mana ini tidak termasuk simpanan giro dan simpanan pasar uang, karena pergerakan dari keduanya yang dinilai kurang stabil. Namun demikian lembaga FSC memberikan kesimpulan bahwa produk giro juga dapat dimasukkan dalam perhitungan COFIX karena hingga saat ini sekitar 219 triliun Won ($194 milliar) atau sekitar 18.6% dari seluruh pinjaman didapat dari transaksi menggunakan giro.

Dengan perubahan tersebut pemerintah Korea Selatan memperkirakan bahwa besaran COFIX dapat diturunkan hingga sebesar 0.27 poin persentase, karena transaksi menggunakan giro hanya dikenakan biaya suku bunga yang sangat rendah. Untuk itu pemerintah berupaya untuk memberlakukan aturan revisi ini pada bulan Juli mendatang.(WD)

Related posts