Header Ads

Korea Selatan Meluncurkan Stimulus $ 9.8 Miliar Untuk Mengatasi Virus Corona

Korea Selatan mengumumkan paket stimulus sebesar 11.7 triliun won ($ 9.8 miliar) pada hari Rabu untuk meredam dampak wabah terbesar virus corona di luar China yang telah memperburuk gangguan pasokan dan konsumsi.

Menteri Keuangan Hong Nam-ki mengatakan anggaran tambahan, tergantung pada persetujuan parlemen dan akan menyalurkan dana tersebut ke sistem kesehatan, perawatan anak, dan sektor lainnya.

“Seperti yang kita pahami bahwa ekonomi berada dalam keadaan darurat, kami menempatkan semua fokus kebijakan kami untuk meminimalkan dampak ekonomi, terutama untuk sektor-sektor rentan, usaha kecil hingga menengah dan wiraswasta,” Hong mengatakan kepada konferensinya di hari Rabu.

Virus seperti flu, yang berasal dari China, telah membunuh lebih dari 3.000 jiwa dan mengguncang pasar keuangan global karena investor dan pembuat kebijakan bersiap untuk penurunan tajam terhadap pertumbuhan dunia.

Korea Selatan memiliki kasus infeksi terbanyak di luar daratan, melemahkan konsumsi dan mendorong Gubernur Bank of Korea Lee Ju-yeol mengeluarkan peringatan pada pekan lalu bahwa ekonomi terbesar keempat Asia itu dapat mengalami kontraksi pada kuartal pertama.

Para analis dari BofA Securities, Capital Economics ke Goldman Sachs telah memperkirakan ekonomi Korea Selatan pada kecepatan yang lebih lambat dari tahun lalu yang hanya 2.0%, yang merupakan pertumbuhan terburuk sejak krisis keuangan global.

Dari paket stimulus sebesar 11.7 triliun won yang diusulkan, 3.2 triliun won akan menutupi defisit pendapatan sementara 8.5 triliun won akan menjadi suntikan fiskal tambahan.

Tambahan obligasi 10,3 triliun won akan diterbitkan tahun ini untuk mendanai anggaran tambahan. Anggaran tambahan sedikit lebih besar dari paket 11,6 triliun won yang diperkenalkan selama wabah Sindrom MERS pada tahun 2015.

Sekitar 2,3 triliun won akan dialokasikan untuk lembaga medis dan mendanai upaya karantina, dengan 3.0 triliun won lainnya akan digunakan untuk usaha kecil dan menengah yang berjuang untuk membayar upah kepada pekerja mereka, dan subsidi perawatan anak, kata kementerian keuangan.

Related posts