Kuroda : Bank Sentral Akan Mengambil Tindakan Yang Tepat

Gubernur Bank of Japan, Haruhiko Kuroda mengatakan bahwa bank sentral siap untuk mengambil tindakan yang tepat dengan cermat untuk mengatasi volatilitas yang tinggi di pasar akibat wabah virus corona yang mempengaruhi laju perekonomian Jepang.

Namun demikian Kuroda justru menghentikan untuk membuat referensi langsung terhadap kesiapan Bank of Japan untuk meningkatkan stimulusnya, seraya mengatakan bahwa bank sentral akan menggunakan kebijakan operasi pasar dan program pembelian aset yang ada untuk memompa likuiditas serta menstabilkan pasar.

Dalam pernyataannya di depan anggota parlemen, Kuroda menyampaikan bahwa saat ini pasar tetap dalam kondisi gelisah, sehingga pihaknya tidak akan ragu untuk mengambil tindakan yang tepat sesuai dengan pedoman yang telah disusun di pekan lalu.

Pada pekan lalu beliau telah mengeluarkan pernyataan darurat yang mengatakan bahwa bank sentral Jepang akan menawarkan likuiditas yang cukup melalui operasi pasar dan pembelian aset guna membuat pasar kembali dalam kondisi yang stabil.

Pernyataan itu berarti bahwa para pengambil kebijakan bank sentral akan menggunakan sepenuhnya alat kebijakan yang ada untuk membajiri pasar dengan dana tunai sebelum mempertimbangkan langkah-langkah pelonggaran moneter tambahan.

Sementara itu masih ada beberapa pejabat pembuat kebijakan Bank of Japan yang bersikap hati-hati dalam mempergunakan amunisi kebijakan mereka yang semakin menipis, dikarenakan mereka saat ini berada dibawah tekanan untuk menambah stimulus pada tinjauan kebijakan mereka di pekan depan akibat dari lonjakan nilai tukar mata uang Yen yang telah memberikan tekanan yang lebih besar terhadap ekonomi Jepang yang sangat bergantung terhadap ekspor.

Hingga sore hari ini, mata uang Yen telah melonjak lebih dari 3% terhadap US Dollar hingga ke level tertingginya dalam tiga tahun terakhir, seiring para investor yang mengalihkan dana mereka ke aset yang dianggap sebagai tempat berlindung di tengah gejolak yang terjadi di pasar global.

Sedangkan indeks saham Nikkei telah jatuh ke posisi terendahnya dalam 14 bulan terkahir, seiring meningkatnya kekhawatiran terhadap penyebaran virus corona serta jatuhnya harga minyak yang menyebabkan terjadinya aksi jual secara besar-besaran.

Sebelumnya Kuroda telah sering mengatakan bahwa Bank of Japan akan mengambil langkah pelonggaran moneter tambahan tanpa ragu, jika terjadi peningkatan risiko yang berpotensi menggagalkan pencapaian target inflasi 2% dari bank sentral.

Pada pagi hari tadi Kantor Kabinet Jepang telah merilis data pertumbuhan GDP kuartal keempat yang mengalami penyusutan lebih dari yang diperkirakan.

Sebuah sumber yang terpercaya mengatakan kepada pihak Reuters bahwa Bank of Japan dapat mengambil langkah-langkah untuk memastikan perusahaan yang terkena wabah tidak akan menghadapi tekanan keuangan sebelum akhir bulan Maret di tahun fiskal berjalan saat ini.

Volatilitas yang terjadi di pasar baru-baru ini telah meningkatkan kesempatan BOJ akan mengambil langkah pelonggaran moneter yang lebih berani di pekan depan, namun masih ada ketidakpastian terhadap langkah apa yang akan diambil oleh mereka.

Kemungkinan pihak bank sentral akan mengambil isyarat dari penurunan suku bunga darurat Federal Reserve minggu lalu, yang tidak banyak mengurangi kegelisahan pasar karena dampak dari krisis kesehatan.

Demikian juga dengan Menteri Keuangan Jepang taro Aso yang mengatakan kepada anggota komite parlemen yang sama bahwa kebijakan fiskal kemungkinan memiliki peran yang lebih besar untuk menopang laju ekonomi global.(WD)

Related posts