Kuroda : Proteksionisme Dapat Mengancam Pertumbuhan Global

Gubernur Bank of Japan, Haruhiko Kuroda mengatakan bahwa meningkatkan kebijakan proteksionisme perdagangan di seluruh dunia bisa menimbulkan ancaman terbesar bagi laju pertumbuhan ekonomi global.

Komentar tersebut diutarakan pada kesempatan wawancara dengan Sara Eisen dari CNBC, yang mengacu kepada negosiasi perdagangan antara AS dengan Cina yang masih berlangsung saat ini, guna mengakhiri perang tarif diantara keduanya.

Lebih lanjut Kuroda menilai bahwa skenario utama untuk prospek ekonomi dunia berdasarkan asumsi dari IMF adalah konflik perdagangan antara keduanya tidak akan memburuk dan akan mencapai kata sepakat dalam waktui dekat. berdasarkan asumsi tersebut Kuroda melihat bahwa ekonomi Cina akan pulih dari perlambatannya di paruh kedua tahun ini, seiring langkah-langkah stimulus fiskal besar yang telah diputuskan oleh pemerintah Beijing.

Saat ini investor global tengah menunggu serangkaian pembicaraan perdagangan antara AS dengan Jepang, yang didalamnya akan mencakup pula mengenai ketentuan nilai mata uang. Saat ini para investor mengkhawatirkan kemungkinan berlarut-larutnya perang dagang antara AS dengan negara-negara mitra dagangnya, karena hal ini akan menghambat keuntungan perusahaan di masa depan.

Perang kebijakan tarif antara AS dan Cina sejak tahun lalu, dirasakan telah memberikan dampak negatif yang cukup besar bagi pasar global. Hal ini terlihat di pergerakan iShares MSCI yang terlihat sudah mulai pulih akhir-akhir, setelah mendapatkan dukungan dari kemajuan yang dicapai dalam pembicaraan perdagangan AS dengan Cina serta ditambah dengan sikap dari sejumlah bank sentral utama dunia yang mulai menjauh dari pengetatan kebijakan moneternya.(WD)

Related posts