Header Ads

Laju Ekspor Jepang Turun Dalam Lima Bulan Berturut-turut Di Bulan April

Laju ekspor Jepang mengalami penurunan untuk bulan kelima di bulan April, sebagai cerminan meningkatnya ketegangan ekonomi yang disebabkan oleh perselisihan perdagangan AS-Cina, namun peningkatan sentimen bisnis serta pesanan mesin menunjukkan perusahaan tetap merasa optimis mengenai masa depannya.

Kontraksi yang melanda ekspor Jepang terjadi pasaca rilisan data GDP Jepang yang menunjukkan pertumbuhan melaju cepat secara tidak terduga di kuartal pertama, didukung oleh kontribusi dari ekspor, meskipun terjadi penurunan belanja konsumen dan bisnis.

Maraknya kekhawatiran mengenai permintaan luar negeri dan belanja konsumen yang lemah dapat membuat para pembuat kebijakan di bawah tekanan untuk menghentikan kenikan pajak yang telah dua kali tertunda pada bulan Oktober, meskipun tingkat kepercayaan produsen yang mengalami rebound dapat mengurangi sejumlah kekhawatiran terhadap resesi di negara ekonomi terbesar ketiga dunia tersebut.

Sebuah jajak pendapat menunjukkan bahwa jika mengacu terhadap ketidakpastian terhadap prospek, sekitar dua pertiga perusahaan memperkirakan pertumbuhan akan tetap datar di kuartal kedua, sementara 82% perusahaan percaya bahwa ekonomi Jepang tidak sepenuhnya siap untuk kenaikan pajak yang direncanakan.

Data dari Ministry of Finance (MOF) menunjukkan bahwa laju ekspor Jepang turun 2.4% di bulan April dari periode yang sama setahun sebelumnya, mencatat penurunan dalam lima bulan beruntun. Penurunan ini bahkan lebih besar dari perkiraan analis dalam jajak pendapat oleh Reuters.

Akan tetapi data yang memuat belanja modal memberikan tanda-tanda yang menggembirakan di masa depan, yaitu Japan Core Machinery Orders yang dianggap sebagai indikator belanja modal dalam enam hingga sembilan bulan kedepan, mencatat kenaikan 3.8% di bulan Maret.

Sebuah jajak pendapat Reuters Tankan, yang melacak survei bisnis Tankan yang diawasi ketat oleh Bank of Japan, menunjukkan indeks sentimen untuk produsen naik menjadi 12 di bulan Mei, yang merupakan peningkatan pertama dalam tujuh bulan terakhir.(WD)

Related posts