Header Ads

Laju Inflasi Inggris Bulan Maret Mencatat Penurunan Dari Februari

Laju inflsi di Inggris untuk bulan Maret dilaporkan mengalami penurunan sesuai dengan perkiraan akibat dari jatuhnya harga pakaian, di tengah meningkatnya krisis Covid-19 dan jatuhnya harga minyak mentah global.

Office for National Statistics (ONS) melaporkan data indeks harga konsumen untuk bulan Maret tumbuh 1.5%, meskipun lebih tinggi dari pencapaian di bulan yang sama tahun 2019 lalu, namun masih lebih rendah dari pertumbuhan 1.7% pada bulan Februari sebelumnya.

Penurunan ini diakibatkan oleh jatuhnya harga produk pakaian dan alas kaki selama periode tersebut sehingga memberikan tekanan terbesar bagi laju harga konsumen Inggris.

Pihak ONS mengatakan bahwa biasanya harga konsumen mengalami kenaikan antara bulan Februari dan Maret, sehingga penurunan ini merupakan yang pertama kalinya sejak tahun 2015 lalu dan merupakan yang kedua kalinya sejak pencatatan di mulai di tahun 1988 silam, yang mana laju penjualan kemungkinan dipengaruhi oleh merebaknya pandemi virus corona.

Meskipun seluruh data yang menunjukkan laju inflasi dukumpulkan pada 17 Maret, atau sebelum diberlakukan kebijakan lockdown dalam skala penuh, namun ONS menilai bahwa perilaku konsumen Inggris kemungkinan telah berubah dengan adanya harapan pembatasan aktifitas ekonomi dan bisnis di negeri Ratu Elizabeth tersebut.

Disebutkan bahwa harga bahan bakar bensin di stasiun pengisian bahan bakar, turun sebesar 5.1 pence per liter di antara Februari dan Maret, yang mana tercatat sebagai penurunan terbesarnya sejak Desember 2018 lalu.

Akan tetapi untuk harga output pabrik justru mencatat kenaikan secara tidak terduga di periode yang sama di bulan Maret, dengan mencatat kenaikan 0.3% di tingkat tahunan, sekaligus mematahkan ekspektasi penurunan 0.1% yang disuarakan oleh para ekonom dalam jajak pendapat yang diadakan oleh Reuters.(WD)

Related posts