Laju Inflasi Inggris Naik Secara Tidak terduga

Tingkat inflasi di Inggris dilaporkan naik secara tidak terduga di bulan Juni lalu, seiring dukungan dari kenaikan harga konsol permainan komputer yang mendapat banyak permintaan selama diberlakukannya lockdown, serta naiknya harga pakaian.

Office for National Statistics melaporkan indeks harga konsumendi Inggris mengalami kenaikan menjadi 0.6% di bulan Juni dari 0.5% pada bulan Mei sebelumnya, sementara perkiraan rata-rata dari para ekonom dalam jajak pendapat Reuters memperkirakan penurunan ke 0.4% dan hanya sedikit yang memperkirakan kenaikan.

Dalam sebuah pernyataannya pasca merilis data CPI, Office for National Statistics mengatakan bahwa ada kemungkinan harga telah dipengaruhi oleh kebijakan lockdown untuk meredam Covid-19 yang mengubah waktu permintaan dan ketersediaan sejumlah barang, termasuk konsol permainan komputer.

Harga pakaian dan alas kaki hampir stabil di bulan Juni, bulan dimana biasanya menunjukkan promosi penjualan, yang mungkin mencerminkan bagaimana para pengecer melakukan pemotongan harga lebih awal dari biasanya di tahun ini untuk memindahkan barang-barang selama diterapkannya kebijakan lockdown.

Pihak Office for National Statistics mengatakan bahwa 67 item yang digunakan untuk menyusun data CPI tidak tersedia untuk konsumen di bulan Juni, atau hampir 17% dari seluruh item yang tersedia akibat efek dari kebijakan lockdown.

Sementara itu laju inflasi inti, yang tidak termasuk harga energi, makanan, alkohol dan tembakau yang fluktuatif, naik menjadi 1.4% dari 1.2% di bulan Mei, sementara ekonom memperkirakan bahwa inflasi inti tetap tidak berubah di angka 1.2%.

Para ekonom mengatakan bahwa laju inflasi berjalan jauh dibawah target 2% dari bank sentral Inggris yang membuat pihak BoE tidak memiliki tekanan untuk memikirikan kembali dukungan stimulus besar untuk membantu ekonomi Inggris melewati krisis virus corona.(WD)

Related posts