Header Ads

Laju Inflasi Konsumen AS Tidak Berubah Di Bulan Januari Lalu

Indeks harga konsumen AS tidak berubah dalam tiga bulan berturut-turut di bulan Januari lalu, sehingga mengindikasikan pada kenaikan di tingkat tahunan terkecil dalam laju inflasi dalam lebih dari satu setengah tahun terakhir, yang mana hal ini memungkinkan Federal Reserve untuk tetap mempertahankan tingkat suku bunganya untuk sementara waktu.

Departemen Tenaga Kerja merilis indeks harga konsumen di negeri Paman Sam yang tidak mengalami perubahan yang diakibatkan oleh turunnya harga bensin sehingga mampu mengimbangi kenaikan biaya untuk makanan dan biaya sewa. Dalam periode 12 bulan hingga Januari lalu, CPI naik 1.6%, yang merupakan kenaikan terkecilnya sejak Juni 2017, sementara di tingkat tahunan CPI mencatat kenaikan 1.9% di bulan Desember lalu. Sedangkan laju inflasi yang tidak memasukkan unsur makanan dan energi dengan volatilitas tinggi, dirilis naik 0.2% dengan margin yang tidak berubah dalam lima bulan berturut-turut. Sedangkan di tingkat tahunan Core CPI mencatat kenaikan 2.2% dalam tiga bulan berturut-turut.

Dalam survei Reuters, para ekonom memperkirakan laju inflasi konsumen naik tipis 0.1% di bulan Januari, sedangkan untuk Core CPI diperkirakan naik 0.2% untuk periode yang sama. Pertumbuhan laju inflasi inti yang stabil sepertinya tidak mampu untuk mengindikasikan adanya pergeseran material yang mendasar dalam konteks inflasi. Namun demikian The Fed yang menargetkan laju inflasi di kisaran 2%, tetap mengacu kepada tolok ukur dari indeks harga pengeluaran konsumsi sebagai bahan pertimbangan utama mereka dalam mengambil kebijakan moneternya.

Untuk Price Consumption Expenditure dirilis naik 1.9% di tingkat tahunan pada bulan November lalu, menyusul kenaikan 1.8% pada bulan Oktober sebelumnya dan sempat berada di 2% pada bulan Maret tahun lalu yang merupakan kali pertama sejak April 2012 silam. Dengan laporan laju inflasi di bulan Januari, pemerintah AS akan memulai penyesuaian kualitas terhadap data CPI yang terkait dengan jasa telekomunikasi seperti telepon rumah, internet, tv kabel dan tv satelit, sebagai acuan untuk memperhitungkan perubahan teknologi yang semakin pesat.

Meskipun pasar tenaga kerja menunjukkan kondisi yang ketat, namun laju inflasi dinilai tetap moderat, yang sebagian disebabkan oleh perlambatan pertumbuhan ekonomi di Cina dan Eropa yang hingga saat ini memberikan tekanan turun bagi harga minyak dunia.

Secara detail dilaporkan untuk harga bensin turun 5.5%, menyusul penurunan 5.8% pada Desember lalu, sementara harga makanan naik 0.2% setelah sebelumnya membukukan kenaikan 0.3% di bulan yang sama. Untuk biaya sewa meningkat 0.3% di bulan Januari, melanjutkan kenaikan 0.2% di bulan sebelumnya.

Sedangkan untuk biaya perawatan kesehatan dilaporkan naik 0.2% setelah sebelumnya mencatat kenaikan 0.3% pada Desember. Harga pakaian mencatat lonjakan kenaikan 1.1% pada Januari, yang merupakan kenaikan terbesarnya sejak Februari 2018.(WD)

Related posts