Laju Keuntungan Industri Cina Menurun Dalam Dua Bulan Beruntun

Tingkat pendapatan yang diperoleh perusahaan-perusahaan industri di Cina, dilaporkan mengalami penyusutan dalam dua bulan berturut-turut di bulan Desember lalu, seiring tertahannya pertumbuhan harga serta perlambatan aktifitas pabrik, sehingga semakin menimbulkan tekanan terhadap ekonomi Cina yang tumbuh di laju paling lambatnya dalam hampir tiga dekade terakhir.

Sebagian besar data ekonomi di Cina merujuk kepada banyaknya masalah di sektor manufaktur yang menderita akibat menurunnya laju pesanan, tingginya tingkat pemecatan pekerja serta penutupan operasional pabrik di tengah sengketa perdagangan negara tersebut dengan AS.

Pertumbuhan ekonomi Cina melambat menjadi 6.6% di sepanjang tahun lalu, yang merupakan ekspansi ekonomi paling lemah dalam 28 tahun sehingga memicu adanya kekhawatiran pasar terhadap berlanjutnya perlambatan pertumbuhan ekonomi jika negosiasi perdagangan dengan pihak Washington gagal mencapai kata sepakat untuk menghentikan kebijakan tarif lebih lanjut.

Tingkat keuntungan sektor industri Cina di bulan Desember turun 1.9% dibanding tahun sebelumnya menjadi 680.8 milliar Yuan atau setara dengan $100.9 milliar, akibat tekanan yang semakin besar dari lemahnya pertumbuhan harga serta penurunan laju permintaan. Penurunan keuntungan di bulan Desember masih lebih besar dibandingkan penurunan 1.8% yang dicatat pada bulan November sebelumnya.

Aktifitas industri di 2500 perusahaan berskala kecil dan menengah, terus mengalami kontraksi di kuartal keempat tahun lalu, meskipun pemerintah terus menerapkan kebijakan untuk mendukung sektor tersebut. Tingkat permintaan masih lemah meskipun para pedagang telah mulai mengisi persediaan mereka menjelang libur Tahun Baru Imlek di awal Februari nanti.

Pihak Beijing telah berjanji untuk meningkatkan pengeluaran terhadap proyek-proyek infrastruktur di tahun sembari meningkatkan konsumsi di berbagai bidan seperti konsumsi terhadap produk otomotif dan peralatan rumah tangga. Salah satunya adalah peningkatan yang dilakukan oleh perusahaan kereta api milik pemerintah, China Railway yang merencanakan investasi jaringan rel kerta api senilai 850 milliar Yuan di tahun ini.(WD)

Related posts