Lemahnya Impor Cina Menimbulkan Tekanan Bagi Harga Minyak

Harga minyak kembali melemah di sesi pembukaan pasar Eropa hari ini, setelah Cina melaporkan data impor yang relatif lemah, meskipun pasar komoditas minyak tetap mendapatkan dukungan dari sentimen yang timbul akibat penurunan persediaan minyak mentah AS serta sanksi terhadap Iran.

Minyak mentah berjangka jenis West Texas Intermediate turun 2 sen ke harga $69.15 per barrel. Meskipun secara keseluruhan impor Cina melemah, namun impor minyak mentah Cina untuk bulan Juli sedikit pulih setelah sempat jatuh dalam dua bulan terakhirnya, akan tetapi masih tercatat sebagai yang terendah di tahun ini. Data yang dikeluarkan oleh General Administration of Customs menyebutkan bahwa pengiriman minyak ke negara pengimpor minyak terbesar tersebut mencapai 36.02 juta ton pada bulan Juli lalu, atau sekitar 8.48 juta barrel per harinya.

Sementara itu pemberlakuan sanksi terhadap Iran, dinilai oleh sebagian kalangan masih berpotensi memberikan dukungan bagi harga minyak. Sebagai negara produsen minyak terbesar ketiga di OPEC, Iran mencatat pengiriman hampir 3 juta barrel per harinya, yang mencakup sekitar 3% dari seluruh total pengiriman minyak global.

Malam nanti Energy Information Administration akan merilis data persediaan minyak mentah AS. Dalam hal produksi lembaga tersebut sedikit memangkas ekspektasinya di tahun ini dan melaporkan bahwa output minyak AS hanya akan berada di kisaran 10.69 barrel per hari atau turun dari sebelumnnya sebanyak 10.79 juta barrel per harinya.(WD)

Related posts