Liu Guoqiang : PBoC Tidak Berniat Mengetatkan Atau Melonggarkan Kebijakannya

Salah seorang wakil gubernur bank sentral Cina, Liu Guoqiang mengatakan bahwa PBoC tidak memiliki niat untuk memperketat atau melonggarkan kebijakan moneternya, menyusul kondisi perdebatan di pasar mengenai seberapa banyak lagi dukungan yang akan diberikan oleh pemerintahan Beijing terhadap perekonomiannya pasca dirilisnya data pertumbuhan yang sedikit mengejutkan dengan hasil yang solid.

People’s Bank of China menggunakan reverse repo atau fasilitas pinjaman jangka menengah (MLF), yang dinilai tidak memberikan tanda bahwa hal tersebut memiliki bias pelonggaran kebijakan moneter. Sebaliknya jika bank sentral tidak melakukan reverse repo selama beberapa hari, maka hal itu tidak berarti bahwa kebijakan moneter akan semakin ketat, seiring langkah tersebut dirancang untuk menyesuaikan likuiditas dalam jangka pendek.

Pandangan pasar keuangan terhadap prospek kebijakan Cina telah mulai bergeser secara nyata pasca dirilisnya data GDP kuartal pertama yang lebih baik dari perkiraan, yang memberikan tanda bahwa ekonomi kemungkinan mulai stabil setelah diterapkannya langkah-langkah kebijakan untuk meningkatkan pertumbuhan sebelumnya. Lebih lanjut Liu mengatakan bahwa kebijakan moneter yang lebih bijaksana adalah kebijakan yang tidak terlalu ketat atau terlalu longgar, dan bank sentral tidak ingin melihat terjadinya krisis likuiditas atau pasar yang dibanjiri dengan uang tunai.

Meskipun bias pelonggaran bank sentral tidak mengalami perubahan, namun Liu melihat adanya sedikit ruang di tahun ini untuk memangkas rasio persyaratan cadangan perbankan, karena menurut beliau stimulus fiskal masih memainkan peran yang lebih besar dalam memacu pertumbuhan. Kekhawatiran akan berkurangnya stimulus telah memicu pembalikan pasar saham di negara itu, yang sangat sensitif terhadap perubahan likuiditas.

Sebelumnya diberitakan bahwa People’s Bank of China telah menyuntikan dana sebesar 267.4 milliar Yuan, yang diberikan untuk sejumlah bank komersial melalui program yang disebut Targeted Medium-term Lending Facility (TMLF), yang akan dipergunakan untuk membantu bisnis dalam skala kecil dengan aliran pembiayaan yang terjangkau, yang ditargetkan pada minggu keempat bulan pertama untuk setiap kuartalnya.(WD)

Related posts