Lloyds Bank : Kepercayaan Bisnis Inggris Turun Ke Level Terendah

Sebuah survey yang dilakukan oleh Lloyds Bank menunjukkan tingkat kepercayaan bisnis di Inggris turun ke level terendahnya sejak krisis keuangan tahun 2008 silam di bulan Mei ini, yang mana hasil survey ini sangat kontras dengan hasil jajak pendapat lain yang menunjukkan sedikit peningkatan sejak awal berlakunya lockdown di negara tersebut.

Pihak Lloyds mengatakan bahwa barometer bisnis bulanan turun ke -33, sesuai dengan rekor terendah bersejarah pada Desember 2008, yan mencerminkan berkurangnya optimisme tentang ekonomi dan melemahnya niat perekrutan terhada tenaga kerja.

Ekonom di Lloyds Hann Ju Ho mengatakan bahwa meskipun sebagian hasilnya mencerminkan kondisi sektor bisnis sejak pemerintah Inggris mengumumkan mengenai pelonggaran pembatasam awal, namun kondisi sektor perdagangan tetap berada dalam kondisi yang sulit bagi sebagian besar perusahaan.

Data Purchasing Manager Index untuk sektor manufaktur dan jasa Inggris pada pekan lalu, menunjukkan laju penurunan yang lebih lambat di bulan Mei dibandingkan bulan April sebelumna, meskipun ekonomi Inggris masih berada dalam kondisi kontraksi yang proporsional dalam sejarah.

Sebuah laporan terpisah dari badan perdagangan manufaktur, Make UK pada hari Jumat menunjukkan bahwa seperempat dari anggotanya berencana untuk melakukan perekrutan staff yang lebih banyak dalam enam bulan kedepan, karena semakin banyak yang memperkirakan bahwa pemulihan ekonomi Inggris membutuhkan waktu lebih dari satu tahun.

Perekonomian Inggris mengalami penutupan penuh pada 23 Maret, tetapi bulan ini pemerintah telah mendorong bisnis untuk kembali bekerja, dan bulan depan sejumlah pengecer yang lebih luas akan dapat dibuka kembali ke publik.

Hal ini membuat sektor industri mobil di Inggris mengatakan bahwa hanya 197 unit kendaraan yang dibuat di seluruh pabrik produsen mobil di bulan April, yang mana jumlah ini merupakan jumlah yang paling sedikit sejak Perang Dunia Kedua, serta ditambah lagi dengan pernyataan dari beberapa produsen mobil berskala besar seperti Nissan yang tidak berencana untuk memulai kembali aktifitas produksi mereka hingga bulan depan.(WD)

Related posts