Lockhart : Langkah The Fed Patut Diapresiasi

Mantan presiden Federal Reserve of Atlanta, Dennis Lockhart menilai bahwa langkah terbaru The Fed, termasuk pemangkasan suku bunga mendekati nol, patut diberikan apresiasi meskipun ekonomi AS masih menuju resesi akibat ketidakpastian seputar wabah virus corona.

Lebih lanjut disampaikan bahwa Lockhart melihat resesi ini jelas merupakan risiko dan bank sentral AS tengah menghadapi begitu banyak ketidakpastian saat ini tentang bagaimana situasi virus ini serta apa dampaknya bagi ekonomi.

The Fed pada hari Minggu kemarin mengumumkan serangkaian langkah-langkah yang bertujuan melindungi ekonomi AS dari wabah virus.

Langkah-langkah itu termasuk menurunkan target suku bunga The Fed antara 0% dan 0.25%, yang mana ini merupakan persentase poin lebih rendah, dan meluncurkan program stimulus senilai $700 miliar untuk membeli Treasurys dan sekuritas yang didukung hipotek.

Keputusan ini hanya berselang dua pekan setelah sebelumnya The Fed juga memangkas suku bunga darurat sebesar 50 bais poin sebagai sebuah kejutan bagi pasar.

The Fed dan banyak bank sentral di seluruh dunia telah memangkas suku bunga untuk mengurangi dampak ekonomi dari wabah virus corona.

World Health Organization mengatakan bahwa hingga saat ini COVID-19 telah menginfeksi lebih dari 150.000 orang dan membunuh sedikitnya 5.746 orang secara global.

Lockhart menyampaikan bahwa saat ini The Fed telah menghabiskan semua amunisi kebijakan mereka dari sisi pemangkasan suku bunga. Namun hal ini harus dicermati, apakah hal ini akan menyisakan sedikit opsi kebijakan bagi The Fed dalam upayanya mendukung ekonomi AS di masa depan.

Sebelum The Fed melakukan pemangkasan kembali di hari Minggu, analis Goldman Sachs telah menurunkan perkiraan mereka terhadap ekonomi AS dan mengatakan bahwa pertumbuhan kuartal pertama ini berada di kisaran nol, terkontraksi 5% di kuartal kedua untuk kemudian mengalami penulihan secara tajam di sisa tahun ini.

Sementara itu Randy Kroszner, yang merupakan gubernur Fed dari 2006 hingga 2009, mengatakan bahwa The Fed masih memiliki beberapa alat lain yang dapat mereka gunakan selain memotong suku bunga.

Tetapi langkah-langkah lain, termasuk kebijakan fiskal dan peraturan, diperlukan untuk mengatasi kondisi luar biasa.

Dalam kesempatan wawancara di acara Squawk Box dari CNBC, Kroszner mengatakan bahwa The Fed dapat melakukan banyak hal untuk menyediakan likuiditas untuk menenenangkan pasar, namun hal tersebut tidak mampu menyelesaikan gangguan dalam ranta pasokan, dan tidak akan menyembuhkan virus tersebut.

Selanjutnya beliau menyebutkan bahwa sangat penting artinya bagi pengambil kebijakan di tingkat federal dan negara bagian AS, untuk fokus pada masalah kesehatan dengan memastikan sektor perawatan kesehatan telah memiliki peralatan dan keahlian yang diperlukan, dan juga kebijakan itu harus fokus terhadap sejumlah masalah bagi pendukung ekonomi, seperti membantu mereka yang kehilangan pekerjaannya akibat virus tersebut.

Intinya adalah bukan hanya bagaimana cara menghabiskan dana tunai, akan tetapi menghabiskan dana yang difikuskan terhadap upaya membantu mengatasi masalah.(WD)

Related posts