Logam Mulia Didera Oleh Peningkatan Risk-Appetite

Komoditas Emas mengalami penurunan tajam sejak sesi perdagangan Eropa kemarin berlanjut ke sesi perdagangan waktu AS semalam hingga memasuki sesi perdagangan waktu Asia di hari Rabu ini yang telah mencatat penurunan 2.52% setelah sebelumnya jatuh hingga 6% dari level tertingginya sepanjang masa.

Berubahnya trend pergerakan Emas tersebut terjadi karena selera pasar terhadap aset berisiko telah mulai pulih, seiring Dollar yang bergerak lebih kuat, sehingga greenback terus bergerak menjauh dari level terendahnya dalam dua tahun terakhir.

Dalam sebuah catatannya Bart Melek selaku kepala strategi global TD Securities, mengatakan bahwa reli Dollar yang terjadi saat ini telah menghentikan sebagian dari kenaikan komoditas Emas, seiring hilangnya momentum, menyusul suku bunga riil saat ini yang naik bersamaan dengan imbal hasil nominal yang didukung oleh optimisme pasar terhadap stimulus AS sehingga memicu peningkatan selera terhadap aset risiko.

Pergerakan menuju aset berisiko sebagian didorong oleh optimisme bahwa AS mungkin bergerak lebih dekat ke paket stimulus baru, ditambah lagi pernyataan dari Presiden AS Donald Trump yang mengumumkan kemarin bahwa dirinya akan serius mempertimbangkan pemotongan pajak capital gain.(WD)

Related posts