Majelis Rendah Jepang Menyetujui Kesepakatan Perdagangan Terbatas Dengan AS

Para anggota majelis rendah di parlemen Jepang telah menyetujui kesepakatan perdagangan terbatas dari Perdana Menteri Shinzo Abe dengan pihak AS sehingga membuka jalan bagi pemangkasan tarif untuk sejumlah barang termasuk produk pertanian AS dan peralatan mesin Jepang di tahun depan.

Namun demikian masih tersisa ketidakpastian mengenai seberapabanyak kemajuan yang dapat dibuat Jepang dalam menegosiasikan penghapusan tarif AS terhadap produk mobil dan spare part, sehingga menimbulkan keraguan terhadap Abe untuk menjamin kesepakatan yang ditandatanganinya dengan Trump merupakan “win-win solution”.

Pada bulan lalu Jepang dan AS secara resmi telah menandatangani perjanjian perdagangan terbatas untuk memangkas tarif terhadap produk pertanian AS, peralatan mesin Jepang dan produk lainnya sembari berupaya untuk mencegah ancaman bea mobil AS yang lebih tinggi.

Proposal pemerintah Jepang untuk meratifikasi kesepakatan perdagangan selanjutnya akan dibawa ke majelis tinggi guna melalui pemungutan suara, akan tetapi jika melihat jalannya di majelis rendah yang telah kuat, dinilai mampu meningkatkan peluang untuk mulai diberlakukan pada Januari mendatang.

Sejumlah kalangan melihat bahwa kesepakatan ini akan memberikan keberhasilan bagi Trump untuk mendapatkan suara dari para pemilihnya, akan tetapi Abe mengatakan bahwa hal tersebut akan membawa banyak manfaat bagi Jepang dan AS.

Dengan kesepakatan tersebut, Jepang memperkirakan mampu meningkatkan ekonominya sekitar 0.8% selama periode 10-20 tahun kedepan, disaat mereka merasakan manfaat sepenuhnya. Jepang juga memperkirakan pendapatan tarif ekspor Jepang ke AS akan berkurang dari saat ini sebesar 212.8 milliar Yen.

Tetapi angka-angka itu didasarkan pada asumsi bahwa Amerika Serikat akan menghapuskan tarifnya pada mobil dan suku cadang Jepang.

Pasca disahkannya kesepakatan terbatas tersebut, Jepang dan AS memiliki waktu selama empat bulan untuk melakukan konsultasi lebih lanjut, dan Donald Trump sendiri mengatakan bahwa dirinya ingin melakukan lebih banyak pembicaraan perdagangan dengan Jepang pasca kesepakatan awal.

Akan tetapi sejumlah sumber dari pemerintah Jepang yang mengetahui persis mengenai pembicaraan tersebut, mengatakan bahwa momentum untuk menegosiasikan kesepakatan yang lebih dalam, nampaknya telah berkurang untuk saat ini, seiring pihak Washington yang tengah disibukkan dengan pembicaraan dagang dengan pihak Beijing.

Pihak Tokyo mengatakan bahwa mereka telah menerima jaminan dari AS mengenai pemangkasan tarif untuk produk otomotif dan suku cadangan mobil Jepang, dan masalahnya saat ini hanya soal waktu pemangkasan tersebut.

Terkait akan hal tersebut pihak Washington belum memberikan konfirmasi mengenai hal tersebut, menyusul Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer yang mengatakan bahwa produk mobil tidak termasuk dalam perjanjian dan itu hanya ambisi dari Jepang untuk membahas tarif mobil di masa depan.

Diluar kesemua hal tersebut, Abe telah menyampaikan bahwa dirinya telah mendapat jaminan dari Trumo bahwa pihaknya tidak akan menjatuhkan ancaman untuk mengenakan tarif yang tinggi terhadap impor mobil Jepang, meskipun sejumlah analis menilai bahwa seorang presiden selalu dapat berubah pikiran.

Meskipun kesepakatan dagang telah ditandatangani oleh kedua pihak, namun Partai Oposisi justru meluncurkan kritikan kepada Abe karena kesepakatan dagang dengan AS dinilai tidak adil. Para kritikus mengatakan bahwa Trump bisa saja keluar dari negosiasi dagang lebih lanjut kecuali dirinya yakin dapat mendapatkan lebih banyak konsesi bagi dirinya saat pemilihan umum di AS.(WD)

Related posts