Header Ads

Masai : Stimulus Penting Artinya Untuk Memastikan Momentum Bagi Ekonomi

Salah seorang anggota Dewan Bank of Japan, Takako Masai menekankan pentingnya mempertahankan program stimulus guna memastikan ekonomi mampu menghasilkan momentum yang cukup untuk mencapai target inflasi di kisaran 2% dari bank sentral.

Lebih lanjut Masai mengatakan bahwa para pengambil kebijakan harus berhati-hati dalam mempertimbangkan faktor biaya dan manfaat pelonggaran kebijakan moneter yang berkepanjangan, yang mana hal ini menunjukkan bahwa bank sentral tetap bersikap terbuka untuk membuat pertimbangan lebih lanjut guna menyusun kerangka kebijakan mereka jika diperlukan.

Dalam kesempatan berpidato di depan para pemimpin bisnis di Fukuoka, Masai menilai bahwa pelonggaran moneter dapat memberi rangsangan terhadap ekonomi, namun disisi lain suku bunga rendah dalam jangka waktu yang panjang dapat mendatangkan dampak yang buruk terhadap fungsi pasar obligasi dan akan mempengaruhi keuntungan dari lembaga keuangan.

Untuk itu Bank of Japan harus secara seksama meneliti faktor biaya dan manfaat kebijakannya dari berbagai perspektif sebagai acuan untukmemandu kebijakan moneternya. Lebih lanjut beliau mengatakan bahwa pertumbuhan harga dinilai masih lemah meskipun ekspansi ekonomi Jepang dinilai cukup solid, yang mana hal ini dikarenakan pola pikir pasar terhadap deflasi dan usaha korporat yang sedikit kaku dalam merampingkan operasinya.

Namun demikian Masai memaparkan pandangan optimisnya mengenai prospek harga , seraya mengatakan bahwa ekonomi belum kehilangan momentumnya untuk mendorong laju inflasi menuju target dari bank sentral. Saat ini Bank of Japan masih menerapkan suku bunga jangka pendek di minus 0.1% dan suku bunga jangka panjang di kisaran nol persen, dibawah suatu kebijakan yang dijuluki “yield curve control”.

Pada bulan Juli lalu BoJ telah mengambil langkah untuk membuat kerangka kebijakannya lebih berkelanjutan seperti memungkinkan imbal hasil obligasinya bergerak lebih fleksibel di sekitar targetnya. Saat ini di dalam tubuh Dewan Bank of Japan, terbagi dua antara angota yang menilai masih ada ruang untuk meningkatkan stimulus dan mereka yang menjadi semakin khawatir mengenai bahayanya pelonggran kebijakan moneter yang berkepanjangan.(WD)

Related posts