Header Ads

Mata Uang Safe Haven Berjuang Terhadap Greenback

Safe-haven Yen dan franc Swiss berjuang untuk sesi keempat berturut-turut terhadap dolar AS pada perdagangan hari Kamis, karena toleransi investor terhadap risiko meningkat, didorong oleh upaya pemerintah China untuk menahan virus corona dan membatasi dampak ekonomi.

Mata uang Jepang turun ke level terendah dua minggu versus dolar, sementara franc jatuh ke level terlemah dalam kurun waktu lebih dari seminggu. Investor juga menyambut gembira berita bahwa China akan memotong setengah dari tarif tambahan yang dikenakan pada 1.717 barang AS tahun lalu, setelah penandatanganan kesepakatan perdagangan Fase 1.

Dimana Cina mengumumkan akan mengurangi separuh tarif impor AS senilai sekitar $ 75 miliar. Kementerian keuangan China mengatakan pemotongan tarif dilakukan bersamaan dengan keputusan AS bulan lalu untuk mengurangi separuh tarif produk-produk Tiongkok senilai $ 120 miliar. Tarif pada beberapa barang AS akan dipotong dari 10% menjadi 5%, dan dari 5% menjadi 2,5% pada yang lain, yang akan mulai berlaku pada 14 Februari.

Sementara kerugian pada mata uang euro turut mendorong indeks dolar naik 0,1% menjadi 98,432, yang diuntungkan juga dari data ekonomi AS yang solid pada hari Kamis. Dimana laporan mengatakan bahwa jumlah orang Amerika yang mengajukan tunjangan pengangguran turun ke level terendah sembilan bulan minggu lalu, jatuh ke 202.000 untuk minggu yang berakhir 1 Februari. Sebuah laporan terpisah juga menunjukkan bahwa produktivitas nonpertanian, yang mengukur output per jam per pekerja, meningkat pada tingkat tahunan sebesar 1,4% di kuartal terakhir.

Related posts