Header Ads

Mata Uang Safe Haven Menjadi Pelarian Investor

Mata uang Yen dan franc Swiss mengalami penguatan pada perdaganagn akhir minggu di penghujung akhir tahun 2018, karena investor mencari perlindungan di aset safe-haven karena ketegangan perdagangan AS dan China yang terbaru dan data yang lebih lemah dari perkiraan di kedua ekonomi yang menghidupkan kembali ketakutan pertumbuhan global.

Reuters melaporkan pada hari Kamis bahwa pemerintahan Trump sedang mempertimbangkan perintah eksekutif di tahun baru untuk mendeklarasikan keadaan darurat nasional yang akan menghalangi perusahaan-perusahaan AS untuk menggunakan produk yang dibuat oleh perusahaan China Huawei Technologies dan ZTE.

“Dengan berakhirnya moratorium tarif 90 hari yang menjulang di cakrawala, pengumuman ini merupakan satu lagi masalah dalam resolusi perdagangan,” kata Stephen Innes, kepala perdagangan Asia di Oanda dalam sebuah catatan.

Ketegangan perdagangan antara dua ekonomi terbesar di dunia telah menjadi salah satu faktor risiko terbesar tahun ini, meskipun Washington dan Beijing pada tangal 1 Desember lalu sepakat untuk gencatan senjata selama 90 hari dalam perselisihan tarif mereka sementara mereka mencoba untuk menegosiasikan kesepakatan yang tahan lama.

Pasar tetap skeptis apakah kedua belah pihak dapat menjembatani perbedaan mereka, yang melampaui perdagangan dengan hak kekayaan intelektual dan masalah lainnya.

Di perdagangan Asia pada hari Jumat, yen menambahkan 0.4 persen terhadap dolar, sementara franc Swiss naik 0.3 persen karena kekhawatiran pertumbuhan baru mendorong investor kembali ke safe havens.

Kegelisahan di pasar telah membantu mata uang bulan ini masing-masing naik 2.3 persen dan 1.2 persen. Mata uang umumnya diperdagangkan dalam volume yang tipis, dengan posisi akhir tahun menambah volatilitas.

Related posts