Header Ads

Maurer : Pemerintah Akan Menggunakan Distribusi SNB Untuk Membayar Hutang

Menteri Keuangan Swiss Ueli Maurer berkeinginan untuk menggunakan pembayaran secara ekslusif dari Swiss National Bank untuk memangkas hutang yang berpotensi membengkak di saat Swiss meningkatkan pinjaman untuk memacu ekonomi mereka yang mengalami pukulan oleh pandemi virus corona.

Pasca bank sentral membukukan laba tahunan sebesar 48.9 milliar Franc ($50.27 milliar) di tahun lalu, pihak SNB mengatakan bahwa mereka akan menggandakan pembayarannya kepada pemerintah regional dan pemerintah pusat Swiss, menjadi sebesar 4 milliar Franc.

Maurer mengatakan pembayaran ini dapat digunakan untuk membayar hutang pemerintah, yang dinilainya berpotensi mendorong anggaran berubah menjadi defisit di tahun ini seiring pandemi virus yang memicu resesi terburuk di Swiss dalam 45 tahun terakhir.

Lebih lanjut Maurer menyampaikan kepada surat kabar Neue Zuercher Zeitung, bahwa proposal yang diajukan olehnya mengemukakan di masa depan pihaknya akan menggunakan semua distribusi dari Swiss National Bank untuk mengurangi hutang akibat pandemi corona saat ini.

Akan tetapi saat ditanya terkait akan hal ini, pihak SNB justru menolak untuk memberikan komentar apapun.

Beliau juga memperkirakan Swiss, yang biasanya mengalami surplus anggaran, berpotensi mengalami defisit anggaran antara 30 hingga 50 milliar Franc di tahun ini, akibat dari tingkat pengangguran yang mengalami kenaikan akibat krisis.

Selain itu kemungkinan juga ada biaya tambahan sebesar 40 milliar Franc dari jaminan kredit yang disediakan oleh pemerintah untuk menjaga bisnis tetap bertahan.

Dalam hal ini ekonom pemerintah memperkirakan ekonomi Swiss dapat menyusut sebesar 6.7% tahun ini, sementara Maurer mengatakan langkah-langkah untuk membatasi penyebaran COVID-19 berpotensi mendatangkan kerugian bagi negara hingga sebesar 5 milliar Franc setiap minggunya, karena anjloknya output produk di Swiss, yang saat ini telah mulai membuka lockdown secara bertahap.

Disampaikan bahwa jumlah hutang baru sebesar 30 hingga 50 miliar Franc di tahun ini, dinilai sangat besar sehingga Maurer berpikir bahwa tidak akan dapat dikurangi dalam waktu cepat, sehingga pihaknya harus melakukan pemotongan ekstrim dalam anggaran untuk tahun-tahun mendatang.

Disamping itu Maurer juga menyampaikan bahwa dirinya tidak mengharapkan rencana dari lembaga OECD untuk menyelaraskan perpajakan ekonomi digital untuk diselesaikan pada pertengahan tahun ini seperti yang direncanakan.

“Kami menganggap rencana itu disesuaikan lagi, terutama dengan panggilan untuk pajak minimum, tetapi belum ada keputusan resmi,” kata Maurer kepada surat kabar tersebut.(WD)

Related posts