May Berhasil Melewati Mosi Tidak Percaya

Perdana Menteri Inggris Theresa May selamat dari mosi tidak percaya oleh Partai Konservatif pada hari Rabu kemarin, tetapi ‘pemberontakan’ lebih dari sepertiga anggota parlemennya mengindikasikan bahwa parlemen sedang menuju kebuntuan atas Brexit.

Sebanyak 200 anggota parlemen Konservatif memilih mendukung May sebagai pemimpin, semenatar 117 anggota berbeda pendapat, hal ini menunjukkan tidak hanya pihak dari oposisi yang menentang rencana proses Brexit May tetapi juga banyak anggota parlemen yang lebih pragmatis. Sehingga menandakan, perjuangan May akan lebih sulit untuk mendapatkan persetujuan dari pihak parlemen untuk menyerahkan perjanjian ‘perceraian’ Uni Eropa.

Bukan penegasan kuat yang dia butuhkan saat dia menuju ke Brussels pada hari Kamis untuk meminta 27 pemimpin Uni Eropa lainnya, yang telah memberi tempat baginya di pertemuan puncak, untuk klarifikasi kesepakatan untuk meyakinkan orang-orang yang ragu.

Berbicara di Downing Street setelah pemungutan suara, May mengatakan dia akan mendengarkan mereka yang memilih menentangnya dan mencari jaminan hukum di bagian paling kontroversial dari kesepakatannya – kebijakan asuransi untuk mencegah perbatasan keras antara anggota Uni Eropa Irlandia dan provinsi Inggris Irlandia Utara. Banyak orang di partainya takut bahwa langkah-langkah “backstop” ini bisa berlangsung tanpa batas.

Sejumlah besar kolega melakukan pemungutan suara terhadap saya dan saya mendengarkan apa yang mereka katakan,” kata May. “Kami sekarang harus melanjutkan tugas pengiriman Brexit untuk orang-orang Inggris.”

Related posts