Header Ads

May : Inggris Akan Menghentikan Dukungan Istimewa Bagi Pekerja UE

Perdana Menteri Inggris Theresa May mengumumkan bahwa dirinya akan menarik para imigran yang mempunyai ketrampilan untuk dipekerjakan di negaranya, seiring Inggris akan mengakhiri akses istimewa bagi para pekerja yang berasal dari Uni Eropa jika Brexit terlaksana. Pengumuman ini disampaikan oleh May pada konferensi Partai Konservatif, seraya menambahkan bahwa dirinya akan mempublikasikan rencana untuk sistem tunggal bagi Uni Eropa dan negara-negara non Uni Eropa di akhir tahun ini menjelang RUU yang akan diajukannya untuk tahun depan.

Menjelang pemungutan suara Brexit pada tahun 2016 lalu, masalah imigrasi menjadi masalah utama dalam kampanye untuk meninggalkan Uni Eropa. Lebih lanjut May mengatakan bahwa manuver bebas yang selama ini dilakukan oleh Uni Eropa akan berakhir seiring dimulainya Brexit, yang sekaligus akan menjadikan Inggris untuk pertama kalinya dalam beberapa dekade akan menjadi negara yang mengontrol serta memilih siapapun yang ingin didatangi.

Dalam hal ini ketrampilan pekerja dinilai menjadi sesuatu yang lebih penting dibandingkan dari mana mereka berasal, sehingga tentunya akan menarik pekerja berketrampilan dari mana pun untuk datang ke Inggris. Akan tetapi dirinya menambahkan bahwa kebijakan imigrasi ini dapat dipengaruhi oleh adanya kesepakatan perdagangan Inggris di masa mendatang.

Untuk itu pihak Uni Eropa dapat berupaya untuk menegosiasikan perlakuan khusus sebagai imbalan atas akses yang diberikan kepada Inggris ke pasar tunggal Eropa, sementara negara lainnya juga dapat meminta keringanan visa sebagai bagian dari perjanjian perdagangan mereka sendiri pada nantinya.

Seperti diketahui bahwa pemerintah Inggris telah berjanji untuk melindungi hak sekitar lebih dari 3 juta warga Uni Eropa yang saat ini tinggal di Inggris, meskipun tidak ada perjanjian mengenai hal ini dalam klausul Brexit.(WD)

Related posts