Header Ads

Mayoritas Ekonom Memperkirakan BoJ Mempertahankan Kebijakan Moneternya

Sebuah survei dari Bloomberg menyebutkan bahwa mayoritas ekonom berharap bahwa Bank of Japan masih akan menerapkan pelonggaran kebijakan moneternya di pekan ini. Sebanyak 45 dari 48 ekonom yang disurvei mengatakan bahwa mereka memperkirakan bank sentral Jepang akan membiarkan aturan kebijakannya tidak berubah pada pertemuan dua hari yang berakhir pada Kamis 25 April mendatang.

Dalam beberapa bulan terakhir ini, jumlah ekonom yang memperkirakan adanya pelonggaran kebijakan moneter lebih lanjut, mengalami kenaikan dari 14% pada bulan Desember menjadi 48% di bulan ini, seiring perlambatan pertumbuhan ekonomi Jepang serta laju inflasi yang terus mengalami kemerosotan. Sebelumnya pada April tahun lalu, lebih dari 90% ekonom mengatakan bahwa BoJ akan melakukan pengetatan kebijakan moneternya.

Saat ini indikator utama dari inflasi Jepang masih tetap berada di bawah 1%, kurang dari setengah dari target Bank of Japan, setelah menerapkan kebijakan stimulus moneter yang agresif dalam enam tahun terakhir. Selain itu sejumlah bank sentral dari negara ekonomi utama dunia, termasuk Federal Reserve memilih untuk bersikap dovish, yang mana ini memperkuat harapan bahwa Bank of Japan akan mengikuti jejaknya.

Salah satu dari tiga ekonom yang mengharapkan Bank of Japan untuk menerapkan pelonggaran moneter di pekan ini, mengatakan bahwa hal tersebut akan tercantum dalam sebuah komitmen yang kuat sebagai forward guidance, guna mempertahankan suku bunga di level yang sangat rendah. Sementara ekonom yang lainnya memperkirakan bahwa bank sentral akan meningkatkan pembelian exchange-traded funds.

Secara keseluruhan sebanyak 31% ekonom yang disurvei mengatakan bahwa mereka mengharapkan Bank of Japan untuk merevisi forward guidance mereka di bulan Oktober mendatang. Pedoman kebijakan BoJ saat ini menyatakan bahwa mereka bermaksud untuk tetap mempertahankan tingkat suku bunga jangka pendek dan jangka panjang yang sangat rendah dalam jangka waktu yang lama, dengan mempertimbangkan dampak kenaikan pajak penjualan yang ditetapkan di bulan Oktober mendatang.

Dalam survei yang dilakukan oleh Bloomberg disebutkan pula bahwa 90% ekonom memperkirakan BoJ akan memangkas setidaknya satu perkiraan inflasi untuk tahun-tahun mendatang, di saat merilis laporan prospek kuartalan dengan pernyataan kebijakannya. Salah satu yang menjadi fokus perhatian pasar dalam laporan prospek tersebut adalah perkiraan inflasi untuk tahun fiskal yang akan dimulai pada April 2021 mendatang. Laju inflasi untuk tahun fiskal tersebut diperkirakan ada di kisaran 1.6%, yang merupakan level terendahnya dari target Bank of Japan selama enam tahun masa kepemimpinan Gubernur Haruhiko Kuroda.(WD)

Related posts