Header Ads

Mayoritas Pedagang Beralih Dari Aset Safe Haven Di Pasar Mata Uang

Mata uang US Dollar mengalami penjualan secara agresif di sesi awal perdagangan hari ini, seiring para pedagang mulai berpaling dari aset safe haven menyusul semakin banyaknya negara yang mengumumkan pencabutan kebijakan lockdown secara bertahap.

Selama akhir pekan, jumlah virus global terus menunjukkan gambaran yang menggembirakan secara luas, dengan angka infeksi baru, kematian dan angka rawat inap semua bergerak lebih rendah dan saat ini Spanyol dan Italia yang sebelumnya mengalami kasus infeksi virus tertinggi di Eropa, saat ini tengah memetakan jalan untuk membuka kembali aktifitas perekonomian mereka.

Selain itu pergerakan indeks Dollar mendapat dukungan dari nada positif yang disuarakan oleh Bank of Japan yang memutuskan untuk menambah lebih banyak stimulus moneternya, yang membuka kemungkinan pembelian obligasi pemerintah Jepang tanpa batas, serta meningkatkan plafonnya pada obligasi korporasi dan surat berharga komersial menjadi 20 triliun Yen.

Italia sebagai negara di Eropa yang paling terpukul, telah menawarkan rincian lebih lanjut mengenai rencana untuk mengurangi kebijakan lockdown secara nasional mulai 4 Mei mendatang.

Sementara sebagai pusat kekuatan ekonomi Eropa, Jerman sebagai basis dari produsen mobil terbesar di dunia dari sisi penjualan, Volkswagen mengatakan bahwa pihaknya akan memulai kembali aktifitas pekerjaan di kantor pusat mereka di Wolfsburg.

Sementara itu di Inggris kondisi Perdana Menteri Boris Johnson telah kembali bekerja setelah dikabarkan terkena infeksi virus Covid-19 dan diharapkan untuk membahas rencana untuk memodifikasi kebijakan lockdown, yang kemungkinan sebelum batas waktu 7 Mei mendatang saat pemerintah secara hukum berkewajiban untuk mengumumkan rincian peraturan berikutnya.

Investor telah berbondong-bondong ke dolar dalam beberapa pekan terakhir di tengah berlanjutnya gejolak ekonomi akibat pandemi Covid-19, yang menyebabkan arus masuk safe-haven dan kebutuhan akan mata uang Dollar yang memiliki likuditas lebih tinggi.

Pekan ini para investor akan mengawasi pertemuan Federal Reserve yang dijadwalkan pada hari rabu waktu AS serta pertemuan European Central Bank di hari Kamis mendatang.(WD)

Related posts