Header Ads

Meadows : Tidak Akan Ada Pembicaraan Tingkat Tinggi Antara AS-Cina

Dalam kesempatan berbicara di depan para wartawan di atas pesawat Air Force One, Kepala Staf Gedung Putih Mark Meadows mengatakan bahwa tidak ada penjadwalan pembicaraan perdagangan tingkat tinggi terbaru antara AS-Cina, namun kedua belah pihak tetap berhubungan mengenai penerapan kesepakatan perdagangan Fase Pertama.

Sebelumnya Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa dirinya telah menunda peninjauan dari perjanjian perdagangan yang ditandatangani dengan Cina pada Januari lalu, seiring rasa frustrasi Trump terhadap penanganan pihak Beijing terhadap pandemi virus corona.

Meadows mengatakan peninjauan tersebut, yang diamanatkan sebagai bagian dari perjanjian perdagangan dengan China, belum dijadwalkan ulang, tetapi Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer tetap melakukan kontak reguler dengan rekan-rekannya di China mengenai langkah untuk memenuhi komitmennya.

Selama kunjungannya ke negara bagian Arizona dan Iowa pada hari Selasa kemarin, Presiden Trump menyatakan rasa frustrasinya terhadap langkah penanganan dari pemerintah Cina terhadap krisis kesehatan serta kegagalan mereka untuk mengatasi wabah penyakit tersebut, namun dirinya juga melontarkan pujian mengenai rekor pembelian produk pertanian AS oleh pihak Beijing.

Impor Cina terhadap produk pertanian AS serta barang-barang produk manufaktur, energi serta jasa dinilai masih jauh dari jumlah yang dibutuhkan untuk memenuhi target kenaikan pembelian di tahun pertama sebesar $77 milliar selama pembelian di tahun 2017 lalu.

Akan tetapi laju pembelian dari pihak Beijing telah mengalami peningkatan, seiring aktifitas ekonomi Cina yang dinilai telah pulih dari tekanan yang muncul akibat dampak dari kebijakan lockdown untuk meredam penyebaran virus corona di awal tahun ini.

Pada hari Jumat pekan lalu, Departemen Pertanian AS telah mengeluarkan laporan penjualan komoditas kacang kedelai hingga sebanyak 126 ribu ton ke Cina, yang menandai penjualan besar ke pihak pembeli di Cina dalam delapan hari kerja berturut-turut, sekaligus melaporkan kenaikan penjualan produk komoditas minyak mentah AS ke Cina.(WD)

Related posts