Header Ads

Minyak Bertahan Di Jalur Kenaikan

Seiring janji produsen utama minyak dunia, Arab Saudi untuk memangkas produksi minyak OPEC untuk menjaga sentimen pasar, telah menimbulkan dukungan bagi harga minyak untuk tetap bertahan di dekat level tertingginya dalam 11 bulan sekaligus tetap stabil di jalur kenaikan mingguannya.

Minyak mentah jenis Brent Crude mencatat kenaikan 13 sen atau sekitar 0.2%, di dekat $ 54.90 per barrel yang merupakan harga tertinggi sejak Februari, sementara minyak jenis West Texas Intermediate mencatat kenaikan 14 sen atau 0.3%, setelah di sesi perdagangan Kamis kemarin menyentuh $ 51.28 sebagai harga tertingginya sejak Februari.

Hiroyuki Kikukawa selaku manajer umum riset di Nissan Securities mengatakan bahwa keputusan Arab Saudi untuk melakukan pemangkasan produksi secara sukarela telah menimbulkan dukungan bagi harga minyak, sementara ekuitas global yang kuat serta didukung oleh likuiditas yang berlebih juga telah memberikan dorongan bagi laju pembelian minyak.

Namun Kikukawa juga memperingatkan bahwa pasar komoditas minyak dan pasar saham kemungkinan akan menghadapi koreksi dalam waktu dekat, karena reli yang dialami sebelumnya tidak mencerminkan kondisi permintaan bahan bakar dan ekonomi global saat ini.

Sebelumnya diberitakan di awal pekan ini bahwa Arab Saudi sebagai eksportir minyak terbesar dunia mengatakan akan meningkatkan pemangkasan produksi minyaknya hingga 1 juta barrel per hari di bulan Februari dan Maret.

Sementara itu pada hari Kamis kemarin dilaporkan bahwa tujuh kargo minyak mentah Laut Utara dibeli dan dijual di jendela perdagangan yang dioperasikan oleh Platts, jumlah rekor yang menurut sumber perdagangan mungkin mencerminkan pasokan yang lebih ketat setelah pemotongan yang mengejutkan.

Lembaga keuangan UBS telah menaikkan perkiraan mereka untuk harga minyak jenis Brent menjadi $ 60 per barrel di pertengahan tahun, menyusul kebijakan pemangkasan secara sepihak dari Arab Saudi serta ekspektasi pemulihan permintaan yang tajam di kuartal kedua karena peluncuran vaksin virus corona yang kembali menghidupkan sektor perjalanan.

Disebutkan bahwa bursa saham Asia naik ke rekor tertingginya pada hari ini, seiring indeks Nikkei Jepang yang mencapai puncaknya dalam tiga dekade menyusul investor yang melihat kenaikan kasus virus dan kerusahan politik di AS sebagai bagian dari fokus pasar terhadap harapan pemulihan ekonomi di akhir tahun ini.

Kepala analis di broker komoditas Fujitomi Co, Kazuhiko Saito mengatakan bahwa pasar minyak diperkirakan akan tetap dalam nada bullish menuju Februari didukung janji mengejutkan Saudi untuk memangkas produksi, namun kekhawatiran atas permintaan terhadap bensin dan bahan bakar lainnya di Amerika Serikat dan bagian lain dunia yang lebih lambat karena pembatasan yang lebih luas untuk menahan penyebaran pandemi COVID-19, berpotensi dapat membatasi laju keuntungan.

Diberitakan bahwa persediaan bahan bakar AS mencatat kenaikan di pekan lalu, dengan stok bensin yang meningkat hingga 4.5 juta barrel, sehingga mencatat kenaikan terbesarnya sejak April lalu.(WD)

Related posts