Header Ads

Minyak Diantara Divergensi Sentimen Pasar

Crude Oil

Harga minyak bergerak naik pada Selasa (14/8) setelah OPEC menegaskan bahwa eksportir utama Arab Saudi telah memangkas produksi untuk menghindari kelebihan pasokan. Meskipun begitu, masih ada kekhawatiran atas perlambatan pertumbuhan ekonomi yang mengimbangi pergerakan harga minyak di pasar.

Pada bulan Juli, Arab Saudi mengatakan kepada grup kartel Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) bahwa mereka telah memangkas produksi sebesar 200.000 barel per hari (bpd) menjadi 10.288 juta bpd.

Pemotongan itu terjadi di tengah ekspektasi penurunan ekspor dari Iran setelah Amerika Serikat memberlakukan kembali sanksi terhadap industri perminyakan Teheran mulai November.

Laporan bulanan OPEC yang diterbitkan kemarin, yang menggunakan data dari sumber sekunder, mengkonfirmasi aksi pemangkasan Saudi, yang menurut para pedagang memicu langkah naik minyak mentah pada awal Selasa.

OPEC mengatakan perlambatan permintaan dikarenakan pertumbuhan ekonomi yang berpotensi lebih rendah sebagai akibat dari perselisihan perdagangan antara Amerika Serikat dan China serta gejolak pasar yang muncul.

Perekonomian China menunjukkan tanda-tanda perlambatan lanjutan karena AS bersiap untuk memberlakukan tarif perdagangan yang lebih ketat, dengan investasi dalam tujuh bulan pertama tahun ini melambat ke rekor terendah dan melemahnya penjualan ritel.

Data dari China ini gagal memenuhi ekspektasi pasar, yang bisa menjadi sinyal lain bahwa ekonomi dunia melambat.

Related posts