Header Ads

Minyak Hadapi Kekhawatiran Permintaan Global yang Rendah

Crude Oil

Harga minyak mentah mereda pada Jumat pagi di Asia. Beberapa negara penghasil minyak seperti AS, Arab Saudi dan Rusia melakukan upaya untuk meningkatkan produksi minyak mentah, mengurangi kekhawatiran pasar atas dampak pada pasokan dari sanksi AS terhadap Iran yang mulai berlaku minggu depan.

Minyak mentah WTI Futures untuk pengiriman Desember turun 0,52% menjadi $ 63,36 di New York Mercantile Exchange, sementara Brent Oil Futures untuk pengiriman Januari 2019 juga tergelincir 0,48% menjadi $ 72,54 di Intercontinental Exchange London.

AS kini telah menjadi produsen minyak mentah terbesar dunia, mengalahkan Rusia, dengan produksi pada Agustus yang mencapai rekor 11,346 juta barel per hari (bpd), lonjakan 2,1 juta barel dari Agustus 2017, menurut Energy Information Administration. Rusia menghasilkan hanya 11,21 juta pada bulan yang sama, menurut kementerian energinya.

Seiring dengan meningkatnya produksi minyak mentah AS, Rusia dan Arab Saudi juga setuju untuk memompa lebih banyak minyak mentah untuk mengimbangi pasokan yang lebih ketat dari sanksi Iran.

Terlepas dari tujuan Washington untuk memangkas ekspor Iran ke nol, AS dapat memberikan keringanan ke India dan Korea Selatan untuk membeli minyak mentah dari Iran. Jika keringanan berlaku, India mungkin dapat mengimpor sekitar 1,25 juta ton minyak setiap bulan hingga Maret dari Iran.

Related posts