Header Ads

Minyak Mencatat Penurunan Pertamanya Di Tahun 2019 Ini

Harga minyak terpantau turun di sesi perdagangan hari pertama tahun 2019 ini yang dilatarbelakangi oleh melonjaknya produksi minyak AS serta kekhawatiran mengenai perlambatan ekonomi di tahun ini menyusul aktivitas sektor manufaktur Cina yang menunjukkan tanda-tanda kontraksi.

Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) saat ini berada di kisaran $44.94 atau turun 1.83% di sesi perdagangan waktu Asia. Para pedagang mengatakan bahwa kejatuhan harga minyak disebabkan oleh meningkatnya ekspektasi berlebihnya pasokan di tengah melonjaknya produksi minyak AS serta ditambah oleh kekhawatiran mengenai perlambatan pertumbuhan global.

Sebuah survei swasta menunjukkan bahwa aktivitas pabrik Cina berkontraksi untuk pertama kalinya dalam 19 bulan terakhir, yang menunjukkan awal yang sulit di tahun 2019 ini bagi negara ekonomi terbesar kedua dunia tersebut. Adeel Minhas, seorang konsultan di Rivkin Securities Australia, menilai bahwa harga minyak mencatat penurunan tahunan pertama mereka dalam tiga tahun terakhir di tengah kekhawatiran perlambatan ekonomi global serta melimpahnya pasokan minyak yang masih berlanjut.

Sebuah jajak pendapat dari Reuters menunjukkan bahwa harga minyak diperkirakan akan diperdagangkan di bawah $70 per barrel di tahun ini seiring surplusp produksi, yang sebagian besar berasa dari AS serta melambatnya pertumbuhan ekonomi global yang mempengaruhi upaya OPEC untuk memangkas pasokan minyak guna menopang harga. Produksi minyak mentah AS terakhir kali dilaporkan pada rekor 11,7 juta barel per hari pada akhir Desember 2018, yang menempatkan AS menjadi produsen minyak terbesar di dunia di atas Rusia dan Arab Saudi.(WD)

Related posts