Header Ads

Minyak Mengalami Penurunan Ditekan Data API

Sebuah laporan yang menunjukkan kenaikan persediaan minyak mentah dan bahan bakar di AS telah memberikan tekanan bagi harga minyak mentah untuk turun, sekaligus menegaskan kekhawatiran mengenai kelebihan pasokan serta penurunan permintaan di negara konsumen minyak mentah terbesar dunia tersebut.

Minyak mentah berjangka jenis Brent turun 1.4% setelah di sesi sebelumnya mencatat kenaikan hingga 1%, sementara minyak jenis West Texas Intermediate mencatat penurunan 1.85 setelah menguat hingga 2% di sesi sebelumnya.

Pada perdagangan awal pekan ini, kedua jenis minyak mentah acuan tersebut sempat menguat hingga ke level tertingginya dalam tiga bulan terakhir, namun sejumlah analis justru berpikir bahwa pasar komoditas telah naik terlalu jauh dan terlalu cepat di tengah kondisi pandemi saat ini yang mencatat kenaikan tertinggia di seluruh dunia.

Stephen Innes yang menjabat sebagai kepala strategi pasar global di AxiCorp, menilai bahwa kemerosotan yang dialami oleh Brent Crude Oil kemungkinan besar dapat dikategorikan hasil dari aksi profit taking setelah pasar komoditas minyak berada dalam kondisi tanpa data, sehingga adanya fundamental baru akan menimbulkan perubahan dalam sentimen pasar.

Data dari American Petroleum Institute menyebutkan bahwa persediaan minyak mentah AS naik hingga sebesar 8.4 juta barrel dalam sepekan yang berakhir 5 Juni lalu, sementara sebuah jajak pendapat dari Reuters terhadap analis memperkirakan penurunan hingga sebanyak 1.7 juta barrel.

Dilaporkan bahwa stok bahan bakar distilasi, termasuk bahan bakar diesel dan minyak pemanas, mencatat kenaikan hingga 4.3 juta barrel, melampaui ekspektasi untuk kenaikan 3 juta barrel.

Sementara itu angka resmi terkait persediaan minyak mentah AS yang dikeluarkan oleh Energy Information Administration baru akan dirilis pada malam hari nanti.(WD)

Related posts