Header Ads

Minyak Menguat Seiring Ekspektasi Pembatasan Output

Harga minyak mentah berjangka mencatat kenaikan di sesi perdagangan awal pekan ini, di tengah ekspektasi adanya pembatasan produksi di level saat ini dari OPEC dan negara produsen sekutunya pada pertemuan bulan Februari, menyusul kekhawatiran mengenai meningkatnya tingkat permintaan di periode semester pertama akibat pandemi Covid-19.

Kontrak minyak mentah jenis Brent untuk bulan Maret mencatat kenaikan 1.2% atau sekitar 62 sen, sementara minyak mentah berjangka jenis West Texas Intermediate AS untuk kontrak bulan Februari menguat sekitar 55 sen atau 1.1% hingga siang hari ini.

Virendra Chauhan selaku analis di Energy Aspects, mengatakan bahwa ekonomi makro yang mengalami trend momentum secara lebih luas, ditambah dengan nilai tukar greenback yang lebih lemah dan posisi investor terhadap laju pemulihan di sektor minyak untuk tahun ini, berpotensi memberikan dukungan bagi harga minyak mentah.

Lebih jauh Chauchan juga menambahkan bahwa saat ini mungkin ada beberapa sentimen positif yang disuarakan oleh OPEC+, yang terus berusaha untuk membatasi pasokan minyak sehubungan dengan perkembangan infeksi virus yang pesat di belahan negara-negara barat.

Sementara itu Sekretaris Jenderal OPEC, Mohammad Barkindo mengatakan bahwa sementara laju permintaan minyak mentah diperkirakan akan mengalami kenaikan hingga 5.9 juta barrel per hari menjadi 95.9 juta barrel per hari di tahun ini, menyusul kelompok tersebut melihat adanya banyak penurunan risiko terhadap permintaan di periode paruh pertama di tahun 2021.

Barkindo juga mengatakan bahwa pihaknya baru mulai bangkit dari periode pemangkasan investasi besar-besaran dalam satu tahun, tingkat lapangan kerja yang hilang di level yang sangat besar serta hancurnya permintaan terhadap minyak mentah terburuk yang pernah tercatat.

Di akhir tahun 2020 lalu harga minyak mentah berjangka ditutup sekitar 20% di bawah rata-rata penutupan di tahun 2019, masih mencatat pemulihan dari dampak yang terjadi akibat kebijakan lockdown ekonomi global yang diberlakukan untuk meredam Covid-19, yang mana hal ini telah memangkas laju permintaan bahan bakar mesekipun negara produsen utama dunia telah menyetujui rekor pemotongan produksi sepanjang tahun.

OPEC dan produsen sekutunya termasuk Rusia, sebuah kelompok yang dikenal sebagai OPEC +, telah memutuskan pada pertemuan bulan lalu untuk meningkatkan produksi sebesar 500 ribu barrel per hari di bulan Januari, guna mengantisipasi peningkatan permintaan, dan mereka telah menyetujui untuk melakukan pertemuan setiap bulan untuk meninjau kebijakan produksinya.

Produksi minyak mentah di AS masih tetap berada di bawah tekanan dari lemahnya harga dan tingkat permintaan yang hangat, yang mana laju produksi mencatat penurunan lebih dari 2 juta barrel per hari di bulan Oktober dari awal tahun.(WD)

Related posts