Minyak Mentah Berupaya Memangkas Kerugian Di Sesi Sebelumnya

Seiring meredanya badai tropis terbaru di Teluk Meksiko yang telah berlangsung selama beberapa hari, harga minyak mentah berupaya untuk memangkas kerugiannya di sesi perdagangan sebelumnya, namun kekhawatiran tentang permintaan bahan bakar tetap ada dengan gejolak di seluruh dunia yang dihantam gelombang pandemi virus corona.

Harga minyak mentah mulai pulih karena kilang Texas tetap buka meskipun diperkirakan akan terjadi banjir besar, dengan Badai Tropis Beta diperkirakan akan terus melemah, menghilangkan kekhawatiran tentang permintaan kilang AS untuk bahan baku.

Kedua minyak mentah acuan mengalami penurunan sekitar 4% di sesi perdagangan Senin kemarin, akibat pukulan yang meningkatkan kekhawatiran bahwa peningkatan kasus virus corona di pasar utama dunia, dapat memacu terjadinya kebijakan lokcdown baru sekaligus menurunkan laju permintaan global.

Lachlan Shaw yang menjabat sebagai kepala penelitian komoditas National Australia Bank, mengatakan bahwa pasar memiliki sesi risk-off yang cukup kuat di sesi perdagangan semalam, di tengah kekhawatiran seputar risiko kebangkitan Covid yang mulai berdampak negatif terhadap permintaan minyak dunia.

Selain itu Shaw juga mengatakan bahwa saat pandemi virus corona muncul kembali dan pemerintah melakukan lockdown serta memberlakukan pembatasan maka individu dan bisnis mulai mengalami kemunduran kembali sehingga hal ini sangat buruk bagi laju permintaan.

Saat ini pedagang di pasar minyak global, akan mengawasi data yang akan dirilis oleh American Petroleum Institute tentang persediaan minyak AS yang akan dirilis pada malam hari ini waktu AS.

Terkait akan dirilisnya data tersebut, sebuah jajak pendapat dari Reuters menunjukkan bahwa stok minyak mentah dan bensin AS di periode pekan lalu, kemungkinan akan turun dan persediaan produk penyulingan termasuk solar nampaknya mengalami kenaikan.(WD)

Related posts