Header Ads

Minyak Mentah Kembali Mencatat Kenaikan Di Awal Pekan

Harga minyak berjangka jenis West Texas Intermediate menguat mendekati level tertingginya dalam tiga bulan yang dicapai pada pekan lalu, seiring para investor yang mencari kejelasan di luar dampak awal dari kesepakatan perdagangan AS-Cina yang diperkirakan akan meningkatkan aliran permintaan minyak dari dua negara ekonomi terbesar dunia.

Dua negara yang berseteru di sektor perdagangannya telah berhasil meredakan ketegangan perdagangan antar keduanya pada Jumat lalu, saat mereka mengumumkan perjanjian fase pertama yang ditandai dengan pengurangan kebijakan tarif AS sebagai imbalan atas apa yang dikatakan oleh para pejabat AS yang akan menjadi lompatan besar dalam pembelian produk pertanian AS dan barang-barang lainnya dari Cina.

Michael McCarthy selaku kepala ahli strategi pasar di CMC Markets, mengatakan bahwa pasar saat ini sepertinya telah sepenuhnya memberi nilai terkait perjanjian perdagangan fase pertama, sehingga pihaknya membutuhkan berita lebih lanjut untuk mendorong harga minyak untuk melewati resisten secara teknikal.

Kesepakatan perjanjian kedua negara pada Jumat lalu untuk menghindari tarif tambahan bagi produk-produk Cina sebesar $160 milliar yang ditetapkan oleh AS, yang awalnya akan diterapkan pada hari Minggu kemarin, namun demikian para investor tetap bersikap hati-hati sembari menunggu rincian yang tepat mengenai bagaimana kesepakatan perdagangan tersebut akan memberikan dampak kepada perdagangan global.

Komisi tarif pabean Dewan Negara China mengatakan pada hari Minggu bahwa mereka telah menangguhkan tarif tambahan pada beberapa barang AS yang dimaksudkan untuk diterapkan pada 15 Desember kemarin.

Data ekonomi yang dirilis oleh Cina pada hari ini, menunjukkan output industri serta pertumbuhan penjualan ritel yang mengalami peningkatan lebih dari yang diharapkan pada bulan November, menawarkan dukungan terhadap harga minyak mentah dunia.

Akan tetapi para investor tetap berhati-hati dikarenakan laju pertumbuhan ekonomi Cina diperkirakan akan mengalami perlambatan lebih lanjut di tahun depan, menyusul kemungkinan pemerintah Cina akan menetapkan target pertumbuhan ekonomi di kisaran 6% pada tahun depan, dari pertumbuhan antara 6% hingga 6.5% di tahun ini.

Minyak mentah telah mengalami rally di tahun ini seiring dukungan dari upaya OPEC bersama dengan sekutunya termasuk Rusia, untuk menerapkan kebijakan pemangkasan produksi minyaknya. Aliansi yang lebih dikenal dengan OPEC+, telah sepakat untuk menurunkan lebih lanjut pasokan minyak hingga sebesar 500 ribu barrel per hari pada 1 Januari mendatang, yang berpotensi memberikan dorongan lebih tinggi terhadap harga minyak.(WD)

Related posts