Minyak Mentah Memperpanjang Kerugiannya

Harga minyak mentah berjangka mengalami penurunan di sesi perdagangan hari ini dan memperpanjang kerugian besar pada sesi perdagangan AS semalam, seiring lonjakan kasus virus corona di AS selama pekan ini, sehingga meningkatkan prospek gelombang kedua wabah Covid-19 yang memukul laju permintaan di negara konsumen minyak mentah dan bahan bakar dunia tersebut.

Minyak mentah berjangka jenis West Texas Intermediate terpantau turun hampir 2%, setelah mengalami penurunan lebih dari 8% di hari Kamis kemarin, sementara Brent Crude mencatat penurunan 1.5%, setelah mencatat penurunan lebih dari 7% di sesi perdagangan sehari sebelumnya.

Terhentinya reli minyak dari level terendahnya di bulan April lalu, diakibatkan oleh pasar yang menghadapi kenyataan bahwa pandemi virus corona kemungkinan masih jauh dari kata selesai, dengan catatan kasus infeksi di AS yang telah melewati angka 2 juta.

Benchmark minyak menuju penurunan mingguan pertamanya, seiring Brent Crude Oil yang turun sekitar 10%, demikian pula dengan minyak mentah berjangka AS yang juga turun di kisaran angka yang sama.

Dalam sebuah catatannya Barclay mengatakan bahwa harga minyak telah mengalami rebound tajam seiring dukungan dari data yang positif, namun mereka memperkirakan bahwa laju pemulihan harga akan mengalami perlambatan yang diakibatkan oleh upaya peyeimbangan kembali.

Produsen minyak dari AS serta dai negara anggota OPEC beserta sekutunya, telah memangkas laju pasokan minyak, menyusul hasil kesepakatan terakhir mereka yang akan memperpanjang kebijakan pemangkasan output minyak.

Namun stok minyak mentah dan bahan bakar di AS mengalami pertumbuhan di pekan lalu hingga ke rekor 538.1 juta barrel, seiring impor murah dari Arab Saudi yang mengalir ke AS.

Sehingga hal tersebut menimbulkan kekhawatiran mengenai berlanjutnya ketidakseimbangan antara pasokan dan permintaan, karena sejumlah negara bagian AS termasuk Texas dan Arizona mencatat lonjakan jumlah infeksi virus corona dan tengah berjuang untuk mengatasi meningkatnya jumlah pasien yang dirawat di RS.(WD)

Related posts