Header Ads

Minyak Mentah Mencapai Harga Tertingginya Dalam Empat Bulan Terakhir

Harga minyak berjangka mencapai level tertingginya dalam empat bulan terakhir di sesi perdagangan hari ini, akibat dukungan dari kebijakan pengetatan pasokan global serta laporan bulanan OPEC yang berpotensi memperpanjang kebijakan pemangkasan produksi minyak global.

Minyak mentah berjangka jenis West Texas Intermediate naik sekitar 0.48% ke $58.54 per barrel saat memasuki sesi perdagangan AS. OPEC bersama dengan sejumlah negara produsen minyak diluar OPEC, seperti Rusia telah menahan pasokan minyak sejak awal tahun ini guna memperketat pasar minyak global.

Dalam laporan bulanannya, OPEC telah memangkas perkiraan permintaan minyak mentah di tahun ini dan sekaligus memperkirakan pertumbuhan kuat dalam pasokan dari negara produsen non-OPEC. Sementara itu pemberlakukan sanksi AS telah membantu memangkas output dari dua negara OPEC yang terkena sanksi, yaitu Venezuela dan Iran.

Di tengah kekacauan politik yang terjadi di Venezuela, dua tangki penyimpanan minyak di proyek peningkatan minyak mentah di wilayah timur negara tersebut dilaporkan meledak pada hari Rabu kemarin. Dua sumber yang dapat dipercaya menyampaikan kepada Reuters bahwa AS juga bertujuan untuk mengekang ekspor minyak mentah Iran hingga sekitar 20% menjadi dibawah 1 juta barrel per hari mulai bulan Mei mendatang, yang kemungkinan akan mengekang keringanan untuk para negara konsumen minyak Iran yang tersisa saat ini.

Jasper Lawler, kepala penelitian di pialang berjangka London Capital Group, mengatakan bahwa dengan pemangkasan OPEC yang lebih luas, permasalahan pasokan minyak yang berkesinambungan serta gambaran mengenai kondisi Venezuela yang memburuk, nampaknya akan memberikan dukungan bagi harga minyak mentah berjangka.

Sementara ahli strategi BNP Paribas Harry Tchilinguirian mengatakan kepada Reuters Global Oil Forum, bahwa negara konsumen dengan keringanan kemungkinan akan menahan diri hingga ada kejelasan lebih dalam di pemerintah AS saat ini. Dalam hal ini pembicaraan mengenai perdagangan antara AS dengan Cina nampaknya akan memberikan pengaruh yang sangat besar bagi laju permintaan terhadap minyak mentah.(WD)

Related posts