Minyak Mentah Mencatat Kenaikan Dalam Dua Hari Terakhir

Minyak mentah berjangka kembali membukukan kenaikan dalam dua sesi perdagangan hariannya sehingga mampu memulihkan kerugian yang diderita dalam lima hari pergerakan sebelumnya. Hal ini tidak terlepas dari langkah OPEC yang memperpanjang pengurangan produksi minyak mereka, meskipun laju permintaan sempat terganggu oleh sentimen akibat wabah virus Corona.

West Texas Intemediate terpantau bergerak menuju kisaran tingginya dan saat ini naik 0.26% di sesi perdagangan waktu Eropa siang tadi.

Di saat pasar keuangan mendapat hantaman dari wabah virus dari Cina dan mencoba untuk mencerna dampaknya, harga minyak terlihat cukup stabil sejak sesi pembukaan perdagangannya hari ini. Namun demikian tekanan terhadap harga minyak masih mungkin terjadi apabila laju permintaan bahan bakar terus mendapatkan tekanan.

British Airways menangguhkan semua penerbangan langsung ke dan dari daratan Cina setelah pemerintah Inggris memperingatkan terhadap semua maskapai kecuali jika ada penerbangan penting ke negara itu, menyusul laju permintaan bahan bakar jet telah merosot di kawasan Asia karena maskapai penerbangan telah membatalkan semua koneksi mereka dengan Cina Daratan.

OPEC berkeinginan untuk memperpanjang pengurangan produksi minyak setidaknya hingga Juni dari Maret mendatang, dan kemungkinan dapat memangkas lebih dalam jika laju permintaan minyak di Cina berkurang secara signifikan akibat penyebaran virus.

Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutu termasuk Rusia, telah berusaha untuk menstabilkan harga di tengah pertanyaan tentang prospek permintaan global dan meningkatnya pasokan, terutama dari Amerika Serikat.

Salah satu sumber OPEC menilai bahwa setiap dampak dari wabah virus ini terlihat di tingkat permintaan minyak dan akan lebih jelas terlihat selama sepekan mendatang, sehingga perpanjangan kebijakan pemangkasan lebih lanjut kemungkinan besar akan dilaksanakan bahkan bisa saja memperdalam pemangkasan produksi minyaknya.

Selain itu laporan penurunan persediaan minyak mentah AS menjadi salah satu faktor pendorong bagi pergerakan naik di komoditas minyak.

Kelompok industri American Petroleum Institute melaporkan penurunan persediaan minyak AS sebanyak 4.3 juta barrel di pekan lalu, sekaligus mematahkan ekspektasi kenaikan 482 ribu barrel dari para analis sebelumnya. Data resmi dari Energy Information Administration baru akan dirilis malam nanti.(WD)

Related posts