Minyak Naik Seiring Kenaikan Di Pasar Ekuitas

Harga minyak terpantau naik di sesi perdagangan Asia terakhir di tahun ini, yang mencerminkan kenaikan di pasar saham, namun secara keseluruhan harga minyak tetap berada di jalur penurunan tahunan untuk pertama kalinya dalam tiga tahun terakhir di tengah semakin berlarutnya kekhawatiran pasar terhadap berlebihannya pasokan minyak secara terus menerus.

Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate berada di kisaran $45.70 per barrel, atau naik sekitar 1% dari harga penutupan di pekan kemarin. Selama tahun ini minyak jenis WTI telah mencatat penurunan sekitar 24%. Jonathan Barratt, kepala investasi di Probis Securities di Sydney, mengatakan bahwa para investor tengah mencari penawaran di pasar yang tidak likuid, yang mana jika Trump mengatasi masalah perdagangan dengan Cina maka permintaan ekonomi akan mengalami peningkatan.

Sementara Sukrit Vijayakar, direktur konsultasi energi Trifecta, menilai bahwa Cina masih menjadi taruhan terbaik untuk melihat sejauh mana pertumbuhan ekonomi global berjalan, sehingga apapun yang menimpa ekonomi Cina pasti akan mempengaruhi laju pertumbuhan global dan sebagai konsekuensinya adalah dampaknya terhadap konsumsi minyak mentah.

Tekanan ke bawah saat ini pada harga minyak kemungkinan akan meruncing dari periode Januari, ketika pemotongan pasokan yang dipimpin OPEC dimulai. Awal bulan ini, Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutu-sekutunya termasuk Rusia, sepakat untuk mengekang produksi sebesar 1,2 juta barel per hari mulai Januari untuk membersihkan pasokan yang menggantung dan menopang harga.(WD)

Related posts